IDN Times - Satu jam dari Kota Denpasar, di bawah naungan pepohonan rindang Banjar Bengkel, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, seorang perempuan sedang mengingatkan kita pada sesuatu yang pernah diajarkan oleh nenek moyang.
Namanya Dewa Ayu Made atau akrab dipanggil Made Masak. Wajah polos tanpa riasan, nada bicaranya tegas dan lugas. Ia menyapa ramah sampai kedua ujung bibirnya ke atas, memperlihatkan deretan gigi bagian atas.
Semua bermula sepuluh tahun lalu, saat Made menekuni seni memasak dari hasil kebun sendiri. Kreasi masakannya berkembang seiring mengenali aneka tanaman yang tumbuh di teba (kebun tradisional Bali) atau kini lebih dikenal dengan nama food forest.
Ia memikirkan satu pertanyaan sederhana: dari mana asal bahan pangan yang dipakai untuk memasak?

"Itu yang membuat saya akhirnya terfokus pada tanaman hasil kebun sendiri, menantang diri untuk menggunakan bahan-bahan yang saya temui."

Bali menyimpan jejak tradisi meramban. Ada Jukut Rambanan dari Kabupaten Jembrana. Isinya terdiri dari berbagai sayuran hasil meramban tanaman liar (gulma) di kebun atau tepi sungai, dan dibumbu kuning bening. Lalu, Jukut Buangit dari Kabupaten Buleleng. Berupa sayur pahit dari Daun Buangit (Cleome gynandra), gulma tropis yang tumbuh liar.
Jejak filsafat penyeimbang pangan lewat tanaman liar ini juga ada dalam Tradisi Mejukutan di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Tradisi makan sayur sehari setelah upacara adat. Setiap menggelar upacara adat, warga desa tertua di Bali (Bali Aga) ini membuat olahan daging babi yang selalu menjadi persantapan utama.
Setelah berhari-hari makan daging babi, mereka memerlukan penawar lemak. Di sinilah Tradisi Mejukutan mengambil peran, dan hidangan yang dihasilkan bernama Jukut Ononan.
“Itu tradisi, orang sudah turun-temurun saja di sini. Kalau sudah habis upacara besar, setelah makan-makan pakai daging babi, akhirnya kalau di sini itu istilahnya kayak penyelab (selingan),” ujar Wayan Durpa (44), warga Desa Tenganan Pegringsingan yang ditemui IDN Times Kamis, 14 Mei 2026.






















