Seorang petani di Bandung, Jawa Barat sedang memanen bunga krisan.

Lika Liku Perjalanan Bunga saat Valentine, Siapa Sangka Penuh Kisah

Lika Liku Perjalanan Bunga saat Valentine, Siapa Sangka Penuh Kisah

Lika Liku Perjalanan Bunga saat Valentine, Siapa Sangka Penuh Kisah

Seorang petani di Bandung, Jawa Barat sedang memanen bunga krisan. (IDNTimes/ Debbie Sutrisno)

Seorang petani di Bandung, Jawa Barat sedang memanen bunga krisan. (IDNTimes/ Debbie Sutrisno)

"Hujan cukup mengganggu kebun mawar. Cuaca dingin sekali, tahun ini lebih parah hampir semua kebun kita rusak"
"Hujan cukup mengganggu kebun mawar. Cuaca dingin sekali, tahun ini lebih parah hampir semua kebun kita rusak."

Hari kasih sayang atau Valentine Day biasanya dirayakan dengan memberikan bunga sebagai simbol kasih sayang. Bunga mawar dan krisan jadi pilihan favorit untuk yang tercinta.

Bagi toko bunga, momen ini merupakan peluang untuk meningkatkan pendapatan. Berbagai kemudahan dilakukan agar proses pemilihan bunga tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan sejumlah aplikasi disediakan untuk membuat nyaman pembeli yang tidak mempunyai waktu untuk datang ke toko bunga, tapi bisa order dengan cepat.

Kemudahan melalui media sosial ini menjadi salah satu keharusan yang dilakukan para floris untuk menarik perhatian pembeli yang kebanyakan anak muda. Apalagi saat momen hari kasih sayang, tak hanya konten yang terus menerus diperbarui, jumlah pekerja pun ditambah untuk memenuhi pesanan.

Hari kasih sayang atau Valentine Day biasanya dirayakan dengan memberikan bunga sebagai simbol kasih sayang. Bunga mawar dan krisan jadi pilihan favorit untuk yang tercinta.

Bagi toko bunga, momen ini merupakan peluang untuk meningkatkan pendapatan. Berbagai kemudahan dilakukan agar proses pemilihan bunga tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan sejumlah aplikasi disediakan untuk membuat nyaman pembeli yang tidak mempunyai waktu untuk datang ke toko bunga, tapi bisa order dengan cepat.

Kemudahan melalui media sosial ini menjadi salah satu keharusan yang dilakukan para floris untuk menarik perhatian pembeli yang kebanyakan anak muda. Apalagi saat momen hari kasih sayang, tak hanya konten yang terus menerus diperbarui, jumlah pekerja pun ditambah untuk memenuhi pesanan.

Hari kasih sayang atau Valentine Day biasanya dirayakan dengan memberikan bunga sebagai simbol kasih sayang. Bunga mawar dan krisan jadi pilihan favorit untuk yang tercinta.

Bagi toko bunga, momen ini merupakan peluang untuk meningkatkan pendapatan. Berbagai kemudahan dilakukan agar proses pemilihan bunga tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan sejumlah aplikasi disediakan untuk membuat nyaman pembeli yang tidak mempunyai waktu untuk datang ke toko bunga, tapi bisa order dengan cepat.

Kemudahan melalui media sosial ini menjadi salah satu keharusan yang dilakukan para floris untuk menarik perhatian pembeli yang kebanyakan anak muda. Apalagi saat momen hari kasih sayang, tak hanya konten yang terus menerus diperbarui, jumlah pekerja pun ditambah untuk memenuhi pesanan.

Pemilik Toko Vunga Eufloris, Risse Dwi Amandari, mengaku menambah tenaga dan memperpanjang jam kerja. Ini dilakukannya lantaran pesanan akan meningkat mulai H-2 hingga tanggal 14 Februari.

"Toko membutuhkan lebih banyak tenaga karena pemesanan lebih kenceng. Kami biasanya menambah dua hingga tiga tenaga kerja", ujarnya

Risse mengatakan, dua toko miliknya yang berada di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kotabaru menyiapkan berbagai jenis bunga untuk menunggu momen spesial ini. "Yang pasti permintaan terbanyak mawar merah, pink kemudian putih. Ada juga bunga krisan, dan lili," terang perempuan yang sudah membuka usahanya sejak 2019.

Pemilik Toko Vunga Eufloris, Risse Dwi Amandari, mengaku menambah tenaga dan memperpanjang jam kerja. Ini dilakukannya lantaran pesanan akan meningkat mulai H-2 hingga tanggal 14 Februari.

"Toko membutuhkan lebih banyak tenaga karena pemesanan lebih kenceng. Kami biasanya menambah dua hingga tiga tenaga kerja", ujarnya

Risse mengatakan, dua toko miliknya yang berada di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kotabaru menyiapkan berbagai jenis bunga untuk menunggu momen spesial ini. "Yang pasti permintaan terbanyak mawar merah, pink kemudian putih. Ada juga bunga krisan, dan lili," terang perempuan yang sudah membuka usahanya sejak 2019.

Pemilik Toko Vunga Eufloris, Risse Dwi Amandari, mengaku menambah tenaga dan memperpanjang jam kerja. Ini dilakukannya lantaran pesanan akan meningkat mulai H-2 hingga tanggal 14 Februari.

"Toko membutuhkan lebih banyak tenaga karena pemesanan lebih kenceng. Kami biasanya menambah dua hingga tiga tenaga kerja", ujarnya

Risse mengatakan, dua toko miliknya yang berada di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kotabaru menyiapkan berbagai jenis bunga untuk menunggu momen spesial ini. "Yang pasti permintaan terbanyak mawar merah, pink kemudian putih. Ada juga bunga krisan, dan lili," terang perempuan yang sudah membuka usahanya sejak 2019.

Penjual bunga di Kotabaru Yogyakarta.

Penjual bunga di Kotabaru Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Penjual bunga di Kotabaru Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Banjir cuan di depan mata juga dirasakan oleh Nanda. Di kawasan Kotabaru, yang merupakan pusat penjualan bunga hias di Yogyakarta, dipastikan meningkat tajam. Tahun lalu pesanan bunga di toko miliknya naik dua kali lipat dari penjualan biasanya. “Bisa dua kali lipat dari penjualan biasanya,” ucap Nanda saat diwawancarai akhir Januari 2026.

Soal harga, Nanda mengatakan biasanya tidak ada kenaikan signifikan, meski permintaan melonjak tajam. “Naik paling ya sekitar 30 persen dari harga normal. Kalau di sini macam-macam bunganya, dari harga Rp7 ribu sampai ratusan ribu kalau dibuat paket begitu,” kata Nanda.

Bunga yang dijual di tempatnya biasanya berasal dari wilayah Malang, Jawa Timur dan Bandungan, Jawa tengah.

Banjir cuan di depan mata juga dirasakan oleh Nanda. Di kawasan Kotabaru, yang merupakan pusat penjualan bunga hias di Yogyakarta, dipastikan meningkat tajam. Tahun lalu pesanan bunga di toko miliknya naik dua kali lipat dari penjualan biasanya. “Bisa dua kali lipat dari penjualan biasanya,” ucap Nanda saat diwawancarai akhir Januari 2026.

Soal harga, Nanda mengatakan biasanya tidak ada kenaikan signifikan, meski permintaan melonjak tajam. “Naik paling ya sekitar 30 persen dari harga normal. Kalau di sini macam-macam bunganya, dari harga Rp7 ribu sampai ratusan ribu kalau dibuat paket begitu,” kata Nanda.

Bunga yang dijual di tempatnya biasanya berasal dari wilayah Malang, Jawa Timur dan Bandungan, Jawa tengah.

Banjir cuan di depan mata juga dirasakan oleh Nanda. Di kawasan Kotabaru, yang merupakan pusat penjualan bunga hias di Yogyakarta, dipastikan meningkat tajam. Tahun lalu pesanan bunga di toko miliknya naik dua kali lipat dari penjualan biasanya. “Bisa dua kali lipat dari penjualan biasanya,” ucap Nanda saat diwawancarai akhir Januari 2026.

Soal harga, Nanda mengatakan biasanya tidak ada kenaikan signifikan, meski permintaan melonjak tajam. “Naik paling ya sekitar 30 persen dari harga normal. Kalau di sini macam-macam bunganya, dari harga Rp7 ribu sampai ratusan ribu kalau dibuat paket begitu,” kata Nanda.

Bunga yang dijual di tempatnya biasanya berasal dari wilayah Malang, Jawa Timur dan Bandungan, Jawa tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, krisan merupakan bunga terbanyak yang dipanen di Indonesia. Produksi bunga krisan di Indonesia berjumlah 459.358.361 tangkai, disusul mawar hingga 202.668.099, dan sedap malam dengan jumlah 131.172.856 tangkai.

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa menjadi sentra budidaya berbagai macam bunga seperti Kota Batu di Jawa Timur, Bandungan di Jawa Tengah serta Cihideung, Bandung Barat di Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, krisan merupakan bunga terbanyak yang dipanen di Indonesia. Produksi bunga krisan di Indonesia berjumlah 459.358.361 tangkai, disusul mawar hingga 202.668.099, dan sedap malam dengan jumlah 131.172.856 tangkai.

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa menjadi sentra budidaya berbagai macam bunga seperti Kota Batu di Jawa Timur, Bandungan di Jawa Tengah serta Cihideung, Bandung Barat di Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, krisan merupakan bunga terbanyak yang dipanen di Indonesia. Produksi bunga krisan di Indonesia berjumlah 459.358.361 tangkai, disusul mawar hingga 202.668.099, dan sedap malam dengan jumlah 131.172.856 tangkai.

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa menjadi sentra budidaya berbagai macam bunga seperti Kota Batu di Jawa Timur, Bandungan di Jawa Tengah serta Cihideung, Bandung Barat di Jawa Barat.

Sumber data BPS Tahun 2024.

Sumber data BPS Tahun 2024. (IDN Times/ Sukma Shakti)

Sumber data BPS Tahun 2024. (IDN Times/ Sukma Shakti)

Didominasi dari tiga provinsi tersebut, jutaan tangkai bunga potong disebar ke seluruh Indonesia untuk memenuhi permintaan saat hari kasih sayang.

Didominasi dari tiga provinsi tersebut, jutaan tangkai bunga potong disebar ke seluruh Indonesia untuk memenuhi permintaan saat hari kasih sayang.

Didominasi dari tiga provinsi tersebut, jutaan tangkai bunga potong disebar ke seluruh Indonesia untuk memenuhi permintaan saat hari kasih sayang.

Cuaca yang tidak menentu memunculkan hama di tanaman

Cuaca yang tidak menentu memunculkan hama di tanaman

Cuaca yang tidak menentu memunculkan hama di tanaman

Untuk menyiapkan bunga saat hari kasih sayang, petani harus bekerja ekstra agar tanamannya siap dipanen di bulan Februari. Seorang petani sekaligus pemilik Toko Bunga Aphiq di Batu, Malang, Hery Susilo menyatakan, tidak semua wilayah bisa dijadikan pertanian bunga. Aster, peacock, dan mawar tidak bisa tumbuh subur di wilayah yang terlalu tinggi dan rendah.

"Sementara mawar itu jenisnya tergantung permintaan pasar. Kita pakai yang holland atau jenis yang terbaru. Untuk warnanya tetap, tapi varietasnya kita yang beda. Warnanya ada merah, putih, salem, kuning, pink soft juga ada," jelasnya saat ditemui di ladangnya di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji pada Jumat, 26 Desember 2025.

Untuk menyiapkan bunga saat hari kasih sayang, petani harus bekerja ekstra agar tanamannya siap dipanen di bulan Februari. Seorang petani sekaligus pemilik Toko Bunga Aphiq di Batu, Malang, Hery Susilo menyatakan, tidak semua wilayah bisa dijadikan pertanian bunga. Aster, peacock, dan mawar tidak bisa tumbuh subur di wilayah yang terlalu tinggi dan rendah.

"Sementara mawar itu jenisnya tergantung permintaan pasar. Kita pakai yang holland atau jenis yang terbaru. Untuk warnanya tetap, tapi varietasnya kita yang beda. Warnanya ada merah, putih, salem, kuning, pink soft juga ada," jelasnya saat ditemui di ladangnya di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji pada Jumat, 26 Desember 2025.

Untuk menyiapkan bunga saat hari kasih sayang, petani harus bekerja ekstra agar tanamannya siap dipanen di bulan Februari. Seorang petani sekaligus pemilik Toko Bunga Aphiq di Batu, Malang, Hery Susilo menyatakan, tidak semua wilayah bisa dijadikan pertanian bunga. Aster, peacock, dan mawar tidak bisa tumbuh subur di wilayah yang terlalu tinggi dan rendah.

"Sementara mawar itu jenisnya tergantung permintaan pasar. Kita pakai yang holland atau jenis yang terbaru. Untuk warnanya tetap, tapi varietasnya kita yang beda. Warnanya ada merah, putih, salem, kuning, pink soft juga ada," jelasnya saat ditemui di ladangnya di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji pada Jumat, 26 Desember 2025.

Hery mengatakan proses penanaman bunga tidak singkat. Peacock dan aster butuh waktu tiga bulan jika cuacanya bagus, mulai dari menanam sampai panen. Saat musim hujan, bisa mundur sampai 15 hari. Setelah masa panen, dua bunga ini harus dilakukan penanaman bibit dari awal lagi.

"Sementara mawar agak lama, tapi begitu panen bisa panen terus. Kalau mawar dari tanam sampai okulasi kurang lebih tiga bulanan. Tanaman bunga mawar bisa bertahan kurang lebih lima tahun untuk bisa terus dipanen," jelasnya.

Hery mengatakan proses penanaman bunga tidak singkat. Peacock dan aster butuh waktu tiga bulan jika cuacanya bagus, mulai dari menanam sampai panen. Saat musim hujan, bisa mundur sampai 15 hari. Setelah masa panen, dua bunga ini harus dilakukan penanaman bibit dari awal lagi.

"Sementara mawar agak lama, tapi begitu panen bisa panen terus. Kalau mawar dari tanam sampai okulasi kurang lebih tiga bulanan. Tanaman bunga mawar bisa bertahan kurang lebih lima tahun untuk bisa terus dipanen," jelasnya.

Hery mengatakan proses penanaman bunga tidak singkat. Peacock dan aster butuh waktu tiga bulan jika cuacanya bagus, mulai dari menanam sampai panen. Saat musim hujan, bisa mundur sampai 15 hari. Setelah masa panen, dua bunga ini harus dilakukan penanaman bibit dari awal lagi.

"Sementara mawar agak lama, tapi begitu panen bisa panen terus. Kalau mawar dari tanam sampai okulasi kurang lebih tiga bulanan. Tanaman bunga mawar bisa bertahan kurang lebih lima tahun untuk bisa terus dipanen," jelasnya.

Saat ini tantangan terbesar yang dihadapi petani bunga adalah cuaca ekstrem dan harga pupuk serta pestisida yang mahal. Laki-laki berusia 42 tahun ini mengaku selalu kebanjiran orderan saat bulan November sampai Februari. Tapi di bulan ini pula mereka menghadapi masalah panen karena musim penghujan membuat tanaman rentan terkena jamur dan mati.

"Kalau cuaca tentu menjadi kendala, tapi bagaimanapun caranya kita harus beradaptasi untuk menyelesaikan permasalahan. Keluhan utama kita saat ini adalah daun busuk. Sementara saat musim kemarau, pasti masalahnya hama," ujarnya.

Saat ini tantangan terbesar yang dihadapi petani bunga adalah cuaca ekstrem dan harga pupuk serta pestisida yang mahal. Laki-laki berusia 42 tahun ini mengaku selalu kebanjiran orderan saat bulan November sampai Februari. Tapi di bulan ini pula mereka menghadapi masalah panen karena musim penghujan membuat tanaman rentan terkena jamur dan mati.

"Kalau cuaca tentu menjadi kendala, tapi bagaimanapun caranya kita harus beradaptasi untuk menyelesaikan permasalahan. Keluhan utama kita saat ini adalah daun busuk. Sementara saat musim kemarau, pasti masalahnya hama," ujarnya.

Saat ini tantangan terbesar yang dihadapi petani bunga adalah cuaca ekstrem dan harga pupuk serta pestisida yang mahal. Laki-laki berusia 42 tahun ini mengaku selalu kebanjiran orderan saat bulan November sampai Februari. Tapi di bulan ini pula mereka menghadapi masalah panen karena musim penghujan membuat tanaman rentan terkena jamur dan mati.

"Kalau cuaca tentu menjadi kendala, tapi bagaimanapun caranya kita harus beradaptasi untuk menyelesaikan permasalahan. Keluhan utama kita saat ini adalah daun busuk. Sementara saat musim kemarau, pasti masalahnya hama," ujarnya.

Petani di Kota Batu Malang, Hery Susilo memperlihatkan hama yang menempel di daun bunga mawar.

Petani di Kota Batu Malang, Hery Susilo memperlihatkan hama yang menempel di daun bunga mawar. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Petani di Kota Batu Malang, Hery Susilo memperlihatkan hama yang menempel di daun bunga mawar. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Apalagi pada 2025, cuaca ekstrem paling parah melanda Indonesia. Hujan lebat yang berlangsung berhari-hari membuat ladangnya kebanjiran, dilanjutkan cuaca yang tiba-tiba panas terik menjadi momok petani bunga. Cuaca tidak menentu malah menyuburkan jamur tumbuh di daun dan bunga.

Apalagi pada 2025, cuaca ekstrem paling parah melanda Indonesia. Hujan lebat yang berlangsung berhari-hari membuat ladangnya kebanjiran, dilanjutkan cuaca yang tiba-tiba panas terik menjadi momok petani bunga. Cuaca tidak menentu malah menyuburkan jamur tumbuh di daun dan bunga.

Apalagi pada 2025, cuaca ekstrem paling parah melanda Indonesia. Hujan lebat yang berlangsung berhari-hari membuat ladangnya kebanjiran, dilanjutkan cuaca yang tiba-tiba panas terik menjadi momok petani bunga. Cuaca tidak menentu malah menyuburkan jamur tumbuh di daun dan bunga.

Petani keluhkan harga pupuk dan pestisida yang makin mahal

Petani keluhkan harga pupuk dan pestisida yang makin mahal

Petani keluhkan harga pupuk dan pestisida yang makin mahal

"Saat musim hujan ini ada-ada saja hama yang muncul di bunga dan daun. Sulit dihilangkan."
"Saat musim hujan ini ada-ada saja hama yang muncul di bunga dan daun. Sulit dihilangkan."

Melihat harga pupuk dan pestisida yang semakin tak terjangkau, Hery dan para petani bunga di Kota Batu mulai mengalihkan perhatian pada perawatan tanah. Mereka belajar cara perawatan tanah dengan mempelajari kandungan sampai mikroorganisme agar tanah lebih subur tanpa bahan kimia.

Pemilik Rasty Florist di Kota Batu, Rasty, memiliki masalah serupa. Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sejak Desember 2025 membuat petani bunga pusing. "Hujan memang cukup mengganggu mawar terutama di Batu, (udara) jadi dingin sekali, sehingga susah mekar. Memang setiap tahun itu ada masalah setiap memasuki musim hujan. Tapi tahun ini lebih parah, tahun ini hampir semua kebun kita rusak," ujar Rasty.

Melihat harga pupuk dan pestisida yang semakin tak terjangkau, Hery dan para petani bunga di Kota Batu mulai mengalihkan perhatian pada perawatan tanah. Mereka belajar cara perawatan tanah dengan mempelajari kandungan sampai mikroorganisme agar tanah lebih subur tanpa bahan kimia.

Pemilik Rasty Florist di Kota Batu, Rasty, memiliki masalah serupa. Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sejak Desember 2025 membuat petani bunga pusing. "Hujan memang cukup mengganggu mawar terutama di Batu, (udara) jadi dingin sekali, sehingga susah mekar. Memang setiap tahun itu ada masalah setiap memasuki musim hujan. Tapi tahun ini lebih parah, tahun ini hampir semua kebun kita rusak," ujar Rasty.

Melihat harga pupuk dan pestisida yang semakin tak terjangkau, Hery dan para petani bunga di Kota Batu mulai mengalihkan perhatian pada perawatan tanah. Mereka belajar cara perawatan tanah dengan mempelajari kandungan sampai mikroorganisme agar tanah lebih subur tanpa bahan kimia.

Pemilik Rasty Florist di Kota Batu, Rasty, memiliki masalah serupa. Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sejak Desember 2025 membuat petani bunga pusing. "Hujan memang cukup mengganggu mawar terutama di Batu, (udara) jadi dingin sekali, sehingga susah mekar. Memang setiap tahun itu ada masalah setiap memasuki musim hujan. Tapi tahun ini lebih parah, tahun ini hampir semua kebun kita rusak," ujar Rasty.

Rasty mengungkapkan setiap petani di Kota Batu memiliki metode untuk menyelamatkan tanaman mawar. Ia memiliki obat khusus agar tanaman bisa bertahan setiap memasuki musim penghujan. Namun cuaca ekstrem tahun ini tetap memiliki dampak, pasalnya baru kali ini ia menghadapinya.

"Kita sudah ada solusi sejak Desember yaitu dikasih obat. Meskipun sekarang masih hujan lebat. Obat racikan sendiri, setiap florist beda-beda, tergantung takaran obatnya bagaimana," jelasnya.

Petani bunga di Kota Batu hanya bisa pasrah dengan kondisi saat ini karena cuaca ekstrem merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah. Rasty hanya berharap agar cuaca cerah sehingga bunga bisa bermekaran.

Rasty mengungkapkan setiap petani di Kota Batu memiliki metode untuk menyelamatkan tanaman mawar. Ia memiliki obat khusus agar tanaman bisa bertahan setiap memasuki musim penghujan. Namun cuaca ekstrem tahun ini tetap memiliki dampak, pasalnya baru kali ini ia menghadapinya.

"Kita sudah ada solusi sejak Desember yaitu dikasih obat. Meskipun sekarang masih hujan lebat. Obat racikan sendiri, setiap florist beda-beda, tergantung takaran obatnya bagaimana," jelasnya.

Petani bunga di Kota Batu hanya bisa pasrah dengan kondisi saat ini karena cuaca ekstrem merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah. Rasty hanya berharap agar cuaca cerah sehingga bunga bisa bermekaran.

Rasty mengungkapkan setiap petani di Kota Batu memiliki metode untuk menyelamatkan tanaman mawar. Ia memiliki obat khusus agar tanaman bisa bertahan setiap memasuki musim penghujan. Namun cuaca ekstrem tahun ini tetap memiliki dampak, pasalnya baru kali ini ia menghadapinya.

"Kita sudah ada solusi sejak Desember yaitu dikasih obat. Meskipun sekarang masih hujan lebat. Obat racikan sendiri, setiap florist beda-beda, tergantung takaran obatnya bagaimana," jelasnya.

Petani bunga di Kota Batu hanya bisa pasrah dengan kondisi saat ini karena cuaca ekstrem merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah. Rasty hanya berharap agar cuaca cerah sehingga bunga bisa bermekaran.

Bunga mawar yang diserang hama, tidak dapat mekar sempurna.

Bunga mawar yang diserang hama, tidak dapat mekar sempurna. (IDNTimes/Rozal Ashi Pratama)

Bunga mawar yang diserang hama, tidak dapat mekar sempurna. (IDNTimes/Rozal Ashi Pratama)

Tak hanya bunga mawar, keisan juga menjadi pilihan di hari kasih sayang. Petani krisan di Kabupaten Bandung Barat, khususnya daerah Cihideung menjadi salah satu pusat budidaya krisan, kebanjiran rezeki.

"Sedang kita panen sekarang karena memang sudah waktunya panen. Tapi kalau memang ada hari khusus seperti (valentine) biasanya pesanan naik," ujar Enok Kartini, petani bunga di Desa Karyawangi saat berbincang dengan IDN Times.

Tak hanya bunga mawar, keisan juga menjadi pilihan di hari kasih sayang. Petani krisan di Kabupaten Bandung Barat, khususnya daerah Cihideung menjadi salah satu pusat budidaya krisan, kebanjiran rezeki.

"Sedang kita panen sekarang karena memang sudah waktunya panen. Tapi kalau memang ada hari khusus seperti (valentine) biasanya pesanan naik," ujar Enok Kartini, petani bunga di Desa Karyawangi saat berbincang dengan IDN Times.

Tak hanya bunga mawar, keisan juga menjadi pilihan di hari kasih sayang. Petani krisan di Kabupaten Bandung Barat, khususnya daerah Cihideung menjadi salah satu pusat budidaya krisan, kebanjiran rezeki.

"Sedang kita panen sekarang karena memang sudah waktunya panen. Tapi kalau memang ada hari khusus seperti (valentine) biasanya pesanan naik," ujar Enok Kartini, petani bunga di Desa Karyawangi saat berbincang dengan IDN Times.

Di lahan yang mencapai 500 tumbak ini, ia menanam berbagai jenis bunga krisan berwarna-warni, ada putih, kuning, oranye, merah muda, hingga ungu, yang ditanam dalam satu hamparan agar lebih mudah dipanen.

Enok yang sudah berusia 60 tahun menceritakan berkebun bunga seperti ini sudah dilakukannya sejak kecil. Dari proses menanam bibit hingga memanen sebenarnya tidak ada kesulitan berat. Yang jadi soal adalah hama yang menempel di bunga. Hama seperti kutu kecil membuat bunga lebih cepat layu atau warnanya tidak begitu cerah. "Apalagi musim hujan begini ada saja hama yang muncul, mau ke daun atau ke bunganya. Ini yang masih sulit dihilangkan," ungkapnya.

Dalam satu kali panen, Enok bisa menghasilkan ribuan ikat bunga krisan. Setiap 10 ikat bunga krisan dijual kepada bandar sekitar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu. Bunga ini ada yang dikirim ke Kota Bandung, Jakarta, Lampung, bahkan sampai Medan. Pembelian di luar kota masih ada walau jumlahnya tidak terlalu banyak.

Di lahan yang mencapai 500 tumbak ini, ia menanam berbagai jenis bunga krisan berwarna-warni, ada putih, kuning, oranye, merah muda, hingga ungu, yang ditanam dalam satu hamparan agar lebih mudah dipanen.

Enok yang sudah berusia 60 tahun menceritakan berkebun bunga seperti ini sudah dilakukannya sejak kecil. Dari proses menanam bibit hingga memanen sebenarnya tidak ada kesulitan berat. Yang jadi soal adalah hama yang menempel di bunga. Hama seperti kutu kecil membuat bunga lebih cepat layu atau warnanya tidak begitu cerah. "Apalagi musim hujan begini ada saja hama yang muncul, mau ke daun atau ke bunganya. Ini yang masih sulit dihilangkan," ungkapnya.

Dalam satu kali panen, Enok bisa menghasilkan ribuan ikat bunga krisan. Setiap 10 ikat bunga krisan dijual kepada bandar sekitar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu. Bunga ini ada yang dikirim ke Kota Bandung, Jakarta, Lampung, bahkan sampai Medan. Pembelian di luar kota masih ada walau jumlahnya tidak terlalu banyak.

Di lahan yang mencapai 500 tumbak ini, ia menanam berbagai jenis bunga krisan berwarna-warni, ada putih, kuning, oranye, merah muda, hingga ungu, yang ditanam dalam satu hamparan agar lebih mudah dipanen.

Enok yang sudah berusia 60 tahun menceritakan berkebun bunga seperti ini sudah dilakukannya sejak kecil. Dari proses menanam bibit hingga memanen sebenarnya tidak ada kesulitan berat. Yang jadi soal adalah hama yang menempel di bunga. Hama seperti kutu kecil membuat bunga lebih cepat layu atau warnanya tidak begitu cerah. "Apalagi musim hujan begini ada saja hama yang muncul, mau ke daun atau ke bunganya. Ini yang masih sulit dihilangkan," ungkapnya.

Dalam satu kali panen, Enok bisa menghasilkan ribuan ikat bunga krisan. Setiap 10 ikat bunga krisan dijual kepada bandar sekitar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu. Bunga ini ada yang dikirim ke Kota Bandung, Jakarta, Lampung, bahkan sampai Medan. Pembelian di luar kota masih ada walau jumlahnya tidak terlalu banyak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bandung Barat, produksi bunga krisan menempati posisi tertinggi setiap tahunnya. Pada 2018 jumlah produksi krisan mencapai 44,7 juta tangkai, kemudian naik pada 2019 menjadi 48,7 juta tangkai. Saat pandemi Covid-19, produksi bunga sempat mengalami penurunan. Pada tahun 2020 menghasilkan 19,6 juta tangkai, 2021 sebanyak 8,2 juta, 2022 hingga 7,38 juta, 2023 sebanyak 44,3 juta, dan pada 2024 menghasilkan 43,1 juta tangkai.

Prospek cerah bisnis bunga membuat Tatang Rustandi banting setir dari petani sayur. Menurutnya, bisnis bunga lebih menarik karena harganya yang stabil dibanding sayuran.

"Permintaan banyak ke Sumatra dan Jakarta. Kalau di Bandung pasti ada saja yang minta," ungkap Tatang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bandung Barat, produksi bunga krisan menempati posisi tertinggi setiap tahunnya. Pada 2018 jumlah produksi krisan mencapai 44,7 juta tangkai, kemudian naik pada 2019 menjadi 48,7 juta tangkai. Saat pandemi Covid-19, produksi bunga sempat mengalami penurunan. Pada tahun 2020 menghasilkan 19,6 juta tangkai, 2021 sebanyak 8,2 juta, 2022 hingga 7,38 juta, 2023 sebanyak 44,3 juta, dan pada 2024 menghasilkan 43,1 juta tangkai.

Prospek cerah bisnis bunga membuat Tatang Rustandi banting setir dari petani sayur. Menurutnya, bisnis bunga lebih menarik karena harganya yang stabil dibanding sayuran.

"Permintaan banyak ke Sumatra dan Jakarta. Kalau di Bandung pasti ada saja yang minta," ungkap Tatang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bandung Barat, produksi bunga krisan menempati posisi tertinggi setiap tahunnya. Pada 2018 jumlah produksi krisan mencapai 44,7 juta tangkai, kemudian naik pada 2019 menjadi 48,7 juta tangkai. Saat pandemi Covid-19, produksi bunga sempat mengalami penurunan. Pada tahun 2020 menghasilkan 19,6 juta tangkai, 2021 sebanyak 8,2 juta, 2022 hingga 7,38 juta, 2023 sebanyak 44,3 juta, dan pada 2024 menghasilkan 43,1 juta tangkai.

Prospek cerah bisnis bunga membuat Tatang Rustandi banting setir dari petani sayur. Menurutnya, bisnis bunga lebih menarik karena harganya yang stabil dibanding sayuran.

"Permintaan banyak ke Sumatra dan Jakarta. Kalau di Bandung pasti ada saja yang minta," ungkap Tatang.

Petani bunga di Bandung, Jawa Barat, Tatang Rustandi siap memanen bunga mawar.

Petani bunga di Bandung, Jawa Barat, Tatang Rustandi siap memanen bunga mawar. (IDN Times/ Debbie Sutrisno)

Petani bunga di Bandung, Jawa Barat, Tatang Rustandi siap memanen bunga mawar. (IDN Times/ Debbie Sutrisno)

Meski bisnis ini cukup menjanjikan, ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum bunga sampai ke pembeli. Tatang mengatakan dia dan petani lainnya harus membuat benih bunga lebih dulu. Benih ini diambil dari batang bunga yang kemudian dipotong kecil dan dimasukkan dalam wadah penyemaian. Batang tersebut sebelumnya dimasukkan pada cairan khusus agar bisa menumbuhkan akar. Benih ini pun harus disinari setiap malam selama tujuh hari agar tetap hangat dan tidak muncul bunga lebih dulu. Ketika dari batang benih muncul bunga, maka tidak akan bisa dibuat lebih tinggi ukurannya.

Dalam usia tujuh hingga sepuluh hari barulah benih dipindahkan ke media tanam yang lebih besar agar bisa tumbuh hingga umur tiga hingga empat bulan sebelum dipanen. Selama masa itu, pemberian pupuk dan pestisida harus dilakukan secara rutin agar tanaman bisa subur dan terhindar hama.

Meski bisnis ini cukup menjanjikan, ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum bunga sampai ke pembeli. Tatang mengatakan dia dan petani lainnya harus membuat benih bunga lebih dulu. Benih ini diambil dari batang bunga yang kemudian dipotong kecil dan dimasukkan dalam wadah penyemaian. Batang tersebut sebelumnya dimasukkan pada cairan khusus agar bisa menumbuhkan akar. Benih ini pun harus disinari setiap malam selama tujuh hari agar tetap hangat dan tidak muncul bunga lebih dulu. Ketika dari batang benih muncul bunga, maka tidak akan bisa dibuat lebih tinggi ukurannya.

Dalam usia tujuh hingga sepuluh hari barulah benih dipindahkan ke media tanam yang lebih besar agar bisa tumbuh hingga umur tiga hingga empat bulan sebelum dipanen. Selama masa itu, pemberian pupuk dan pestisida harus dilakukan secara rutin agar tanaman bisa subur dan terhindar hama.

Meski bisnis ini cukup menjanjikan, ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum bunga sampai ke pembeli. Tatang mengatakan dia dan petani lainnya harus membuat benih bunga lebih dulu. Benih ini diambil dari batang bunga yang kemudian dipotong kecil dan dimasukkan dalam wadah penyemaian. Batang tersebut sebelumnya dimasukkan pada cairan khusus agar bisa menumbuhkan akar. Benih ini pun harus disinari setiap malam selama tujuh hari agar tetap hangat dan tidak muncul bunga lebih dulu. Ketika dari batang benih muncul bunga, maka tidak akan bisa dibuat lebih tinggi ukurannya.

Dalam usia tujuh hingga sepuluh hari barulah benih dipindahkan ke media tanam yang lebih besar agar bisa tumbuh hingga umur tiga hingga empat bulan sebelum dipanen. Selama masa itu, pemberian pupuk dan pestisida harus dilakukan secara rutin agar tanaman bisa subur dan terhindar hama.

Seorang petani di Bandung, Jawa Barat mengolah tanah untuk penanaman bibit bunga

Seorang petani di Bandung, Jawa Barat mengolah tanah untuk penanaman bibit bunga. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Seorang petani di Bandung, Jawa Barat mengolah tanah untuk penanaman bibit bunga. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Tatang menyebut sejak menggeluti bisnis ini belum pernah sekalipun dapat bantuan dari pemerintah daerah. Padahal perkebunan bunga di kawasan Bandung Barat menjadi potensi ekonomi yang hasilnya tidak hanya dijual di dalam negeri tapi sampai luar negeri. Untuk masalah pupuk saja, petani bunga sangat kewalahan. Harga pupuk sering naik dan jarang sekali turun. Pupuk subsidi yang selama ini digadang-gadang pemerintah pun tidak cocok digunakan, sehingga para petani banyak menggunakan pupuk jenis lain yang harganya cukup mahal.

"Inginnya ya jelas ada bantuan buat petani. Karena kalau di Bandung kan ya kawasan ini tuh udah sentra bunga lah. Harusnya ada perhatian lebih ke petani bunga gitu," ujar Tatang.

Dari usaha ini, Tatang dan petani bunga lainnya bisa mendapat Rp12 juta dalam sekali panen. Menurutnya, jumlah uang ini bisa lebih baik ketika pemerintah bisa menyediakan pupuk dengan harga lebih murah karena pengeluaran besar dalam pertanian ini adalah pupuk.

Tatang menyebut sejak menggeluti bisnis ini belum pernah sekalipun dapat bantuan dari pemerintah daerah. Padahal perkebunan bunga di kawasan Bandung Barat menjadi potensi ekonomi yang hasilnya tidak hanya dijual di dalam negeri tapi sampai luar negeri. Untuk masalah pupuk saja, petani bunga sangat kewalahan. Harga pupuk sering naik dan jarang sekali turun. Pupuk subsidi yang selama ini digadang-gadang pemerintah pun tidak cocok digunakan, sehingga para petani banyak menggunakan pupuk jenis lain yang harganya cukup mahal.

"Inginnya ya jelas ada bantuan buat petani. Karena kalau di Bandung kan ya kawasan ini tuh udah sentra bunga lah. Harusnya ada perhatian lebih ke petani bunga gitu," ujar Tatang.

Dari usaha ini, Tatang dan petani bunga lainnya bisa mendapat Rp12 juta dalam sekali panen. Menurutnya, jumlah uang ini bisa lebih baik ketika pemerintah bisa menyediakan pupuk dengan harga lebih murah karena pengeluaran besar dalam pertanian ini adalah pupuk.

Tatang menyebut sejak menggeluti bisnis ini belum pernah sekalipun dapat bantuan dari pemerintah daerah. Padahal perkebunan bunga di kawasan Bandung Barat menjadi potensi ekonomi yang hasilnya tidak hanya dijual di dalam negeri tapi sampai luar negeri. Untuk masalah pupuk saja, petani bunga sangat kewalahan. Harga pupuk sering naik dan jarang sekali turun. Pupuk subsidi yang selama ini digadang-gadang pemerintah pun tidak cocok digunakan, sehingga para petani banyak menggunakan pupuk jenis lain yang harganya cukup mahal.

"Inginnya ya jelas ada bantuan buat petani. Karena kalau di Bandung kan ya kawasan ini tuh udah sentra bunga lah. Harusnya ada perhatian lebih ke petani bunga gitu," ujar Tatang.

Dari usaha ini, Tatang dan petani bunga lainnya bisa mendapat Rp12 juta dalam sekali panen. Menurutnya, jumlah uang ini bisa lebih baik ketika pemerintah bisa menyediakan pupuk dengan harga lebih murah karena pengeluaran besar dalam pertanian ini adalah pupuk.

Bunga potong harus bersaing dengan bunga imitasi

Bunga potong harus bersaing dengan bunga imitasi

Bunga potong harus bersaing dengan bunga imitasi

Pengepul bunga di kawasan Bandung Barat, Taryana, mengatakan bunga yang dihasilkan dari wilayahnya masih banyak diminta oleh pedagang dari Jabodetabek. Ia menjual bunga mawar Rp40 ribu-Rp150 ribu per kodi.

"Harga mungkin ada kenaikan sedikit tapi tidak akan terlalu jauh kalau dari pengepul. Kalau harga jual dari pedagang eceran kita gak tahu, kan beda-beda tentuin harganya," ungkap Taryana.

Pengepul bunga di kawasan Bandung Barat, Taryana, mengatakan bunga yang dihasilkan dari wilayahnya masih banyak diminta oleh pedagang dari Jabodetabek. Ia menjual bunga mawar Rp40 ribu-Rp150 ribu per kodi.

"Harga mungkin ada kenaikan sedikit tapi tidak akan terlalu jauh kalau dari pengepul. Kalau harga jual dari pedagang eceran kita gak tahu, kan beda-beda tentuin harganya," ungkap Taryana.

Pengepul bunga di kawasan Bandung Barat, Taryana, mengatakan bunga yang dihasilkan dari wilayahnya masih banyak diminta oleh pedagang dari Jabodetabek. Ia menjual bunga mawar Rp40 ribu-Rp150 ribu per kodi.

"Harga mungkin ada kenaikan sedikit tapi tidak akan terlalu jauh kalau dari pengepul. Kalau harga jual dari pedagang eceran kita gak tahu, kan beda-beda tentuin harganya," ungkap Taryana.

Petani di Bandung memanen bunga krisan untuk dibawa ke Jabodetabek.

Petani di Bandung memanen bunga krisan untuk dibawa ke Jabodetabek. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Petani di Bandung memanen bunga krisan untuk dibawa ke Jabodetabek. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Menurutnya, harga bunga di tingkat petani bisa berubah-ubah tergantung cuaca. Jika permintaan banyak tapi kondisi cuaca jelek bisa berdampak pada produktivitas petani dan itu juga berdampak pada minimnya stok bunga tertentu di pasaran.

Dengan permintaan yang naik turun ini, pembayaran kepada petani pun berbeda-beda tergantung komunikasi kedua belah pihak. Namun, mayoritas akan dibayar langsung oleh pembeli karena uang pembayaran sebagian diputar untuk pertanian bunga sehingga dalam waktu beberapa bulan bisa kembali panen.

Menurutnya, harga bunga di tingkat petani bisa berubah-ubah tergantung cuaca. Jika permintaan banyak tapi kondisi cuaca jelek bisa berdampak pada produktivitas petani dan itu juga berdampak pada minimnya stok bunga tertentu di pasaran.

Dengan permintaan yang naik turun ini, pembayaran kepada petani pun berbeda-beda tergantung komunikasi kedua belah pihak. Namun, mayoritas akan dibayar langsung oleh pembeli karena uang pembayaran sebagian diputar untuk pertanian bunga sehingga dalam waktu beberapa bulan bisa kembali panen.

Menurutnya, harga bunga di tingkat petani bisa berubah-ubah tergantung cuaca. Jika permintaan banyak tapi kondisi cuaca jelek bisa berdampak pada produktivitas petani dan itu juga berdampak pada minimnya stok bunga tertentu di pasaran.

Dengan permintaan yang naik turun ini, pembayaran kepada petani pun berbeda-beda tergantung komunikasi kedua belah pihak. Namun, mayoritas akan dibayar langsung oleh pembeli karena uang pembayaran sebagian diputar untuk pertanian bunga sehingga dalam waktu beberapa bulan bisa kembali panen.

Ia memastikan bisnis bunga tidak akan pernah surut karena permintaan dari masyarakat tetap ada. Walau sekarang mulai bersaing dengan makin banyaknya pedagang eceran yang memadupadankan buang asli dengan bunga plastik, atau justru seluruhnya pakai bunga plastik karena dianggap lebih terang dan lebih tahan lama saat disimpan

Ia memastikan bisnis bunga tidak akan pernah surut karena permintaan dari masyarakat tetap ada. Walau sekarang mulai bersaing dengan makin banyaknya pedagang eceran yang memadupadankan buang asli dengan bunga plastik, atau justru seluruhnya pakai bunga plastik karena dianggap lebih terang dan lebih tahan lama saat disimpan

Ia memastikan bisnis bunga tidak akan pernah surut karena permintaan dari masyarakat tetap ada. Walau sekarang mulai bersaing dengan makin banyaknya pedagang eceran yang memadupadankan buang asli dengan bunga plastik, atau justru seluruhnya pakai bunga plastik karena dianggap lebih terang dan lebih tahan lama saat disimpan

Menjelang Valentine, banyak anak muda datang ke Pasar Bandungan untuk memilih bunga
Menjelang Valentine, banyak anak muda datang ke Pasar Bandungan untuk memilih bunga

Di Jawa Tengah, terdapat Pasar Bunga Bandungan sebagai pusat perdagangan florikultura terbesar yang terletak di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Daerah penghasil bunga terlengkap dan terbesar di Jawa Tengah ini menjual berbagai jenis bunga segar mulai mawar, krisan, sedap malam, lili, dahlia, aster, hingga peacock.

Tidak hanya memasok bunga segar ke Semarang, peran pasar ini sekaligus sebagai pemasok bunga terbesar di Jawa Tengah. Bunga yang berhasil dipanen juga dikirim ke berbagai kota seperti Salatiga, Surakarta, Yogyakarta, Kudus, Tegal dan kota lainnya di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Di Jawa Tengah, terdapat Pasar Bunga Bandungan sebagai pusat perdagangan florikultura terbesar yang terletak di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Daerah penghasil bunga terlengkap dan terbesar di Jawa Tengah ini menjual berbagai jenis bunga segar mulai mawar, krisan, sedap malam, lili, dahlia, aster, hingga peacock.

Tidak hanya memasok bunga segar ke Semarang, peran pasar ini sekaligus sebagai pemasok bunga terbesar di Jawa Tengah. Bunga yang berhasil dipanen juga dikirim ke berbagai kota seperti Salatiga, Surakarta, Yogyakarta, Kudus, Tegal dan kota lainnya di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Di Jawa Tengah, terdapat Pasar Bunga Bandungan sebagai pusat perdagangan florikultura terbesar yang terletak di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Daerah penghasil bunga terlengkap dan terbesar di Jawa Tengah ini menjual berbagai jenis bunga segar mulai mawar, krisan, sedap malam, lili, dahlia, aster, hingga peacock.

Tidak hanya memasok bunga segar ke Semarang, peran pasar ini sekaligus sebagai pemasok bunga terbesar di Jawa Tengah. Bunga yang berhasil dipanen juga dikirim ke berbagai kota seperti Salatiga, Surakarta, Yogyakarta, Kudus, Tegal dan kota lainnya di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Satu di antara puluhan pedagang di Pasar Bandungan, Isman menjadi salah satunya. Ia menuturkan denyut nadi pasar dimulai sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

"Cari apa, krisan, mawar atau peacock. Kami ada, untuk keperluan pernikahan ya? Dari wedding organizer mana," ucapnya.

Mulai dini hari hingga pukul 09.00 WIB, Isman masih tekun dan sabar melayani beberapa pembeli yang masih singgah di lapaknya. Ia menjelaskan satu per satu koleksi bunga hias yang dijual, mulai dari jenis, harga hingga cara merawatnya.

Satu di antara puluhan pedagang di Pasar Bandungan, Isman menjadi salah satunya. Ia menuturkan denyut nadi pasar dimulai sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

"Cari apa, krisan, mawar atau peacock. Kami ada, untuk keperluan pernikahan ya? Dari wedding organizer mana," ucapnya.

Mulai dini hari hingga pukul 09.00 WIB, Isman masih tekun dan sabar melayani beberapa pembeli yang masih singgah di lapaknya. Ia menjelaskan satu per satu koleksi bunga hias yang dijual, mulai dari jenis, harga hingga cara merawatnya.

Satu di antara puluhan pedagang di Pasar Bandungan, Isman menjadi salah satunya. Ia menuturkan denyut nadi pasar dimulai sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

"Cari apa, krisan, mawar atau peacock. Kami ada, untuk keperluan pernikahan ya? Dari wedding organizer mana," ucapnya.

Mulai dini hari hingga pukul 09.00 WIB, Isman masih tekun dan sabar melayani beberapa pembeli yang masih singgah di lapaknya. Ia menjelaskan satu per satu koleksi bunga hias yang dijual, mulai dari jenis, harga hingga cara merawatnya.

Pedagang bunga di Pasar Bandungan Jawa sedang menanti pembeli.

Pedagang bunga di Pasar Bandungan Jawa sedang menanti pembeli. (IDN Times/Bandot Arywono)

Pedagang bunga di Pasar Bandungan Jawa sedang menanti pembeli. (IDN Times/Bandot Arywono)

Berbagai bunga yang dijualnya adalah krisan berbagai warna, mawar, lili, dahlia, aster, dan peacock. Bunga tersebut merupakan hasil budidaya petani lokal di Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan Sumowono di Kabupaten Semarang. Khusus untuk mawar holland didatangkan dari Bandung, Jawa Barat. 

Harga bunga potong di Pasar Bandungan mulai Rp7 ribu hingga puluhan ribu. "Krisan satu ikatnya Rp25 ribu, sedangkan untuk per tangkainya Rp7 ribu Kalau mawar saat ini memang sedang mahal, satu ikatnya Rp60 ribu," ucap pria yang telah berjualan kembang sejak tahun 2016. Untuk peacock harganya beragam mulai Rp12.500-Rp45.000 per ikat, atau sekitar Rp5 ribu-Rp10 ribu per tangkai.

Berbagai bunga yang dijualnya adalah krisan berbagai warna, mawar, lili, dahlia, aster, dan peacock. Bunga tersebut merupakan hasil budidaya petani lokal di Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan Sumowono di Kabupaten Semarang. Khusus untuk mawar holland didatangkan dari Bandung, Jawa Barat. 

Harga bunga potong di Pasar Bandungan mulai Rp7 ribu hingga puluhan ribu. "Krisan satu ikatnya Rp25 ribu, sedangkan untuk per tangkainya Rp7 ribu Kalau mawar saat ini memang sedang mahal, satu ikatnya Rp60 ribu," ucap pria yang telah berjualan kembang sejak tahun 2016. Untuk peacock harganya beragam mulai Rp12.500-Rp45.000 per ikat, atau sekitar Rp5 ribu-Rp10 ribu per tangkai.

Berbagai bunga yang dijualnya adalah krisan berbagai warna, mawar, lili, dahlia, aster, dan peacock. Bunga tersebut merupakan hasil budidaya petani lokal di Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan Sumowono di Kabupaten Semarang. Khusus untuk mawar holland didatangkan dari Bandung, Jawa Barat. 

Harga bunga potong di Pasar Bandungan mulai Rp7 ribu hingga puluhan ribu. "Krisan satu ikatnya Rp25 ribu, sedangkan untuk per tangkainya Rp7 ribu Kalau mawar saat ini memang sedang mahal, satu ikatnya Rp60 ribu," ucap pria yang telah berjualan kembang sejak tahun 2016. Untuk peacock harganya beragam mulai Rp12.500-Rp45.000 per ikat, atau sekitar Rp5 ribu-Rp10 ribu per tangkai.

Sejumlah bunga potong yang dijual di Pasar Bandungan, Jawa Tengah.

Sejumlah bunga potong yang dijual di Pasar Bandungan, Jawa Tengah. (IDN Times/Bandot Arywono)

Sejumlah bunga potong yang dijual di Pasar Bandungan, Jawa Tengah. (IDN Times/Bandot Arywono)

Hari biasa rerata pemesan bunga di Pasar Bandungan yakni konsumen yang menyuplai untuk hotel berbintang dan toko bunga modern. Namun di momen tertentu permintaan melonjak tajam. Bagi pedagang ada kalender saat mereka kebanjiran pesanan. Seperti di musim pernikahan yakni bulan Besar/Dzulhijjah dan Syawal pada penanggalan jawa merupakan puncak tertinggi. Permintaan untuk dekorasi pelaminan membuat stok bunga selalu ludes. Selain itu juga saat musim wisuda yakni di bulan Mei dan November. Saat ribuan mahasiswa lulus, ribuan buket bunga juga laku keras.

"Momen Valentine permintaan juga meningkat. Yang laku terutama bunga mawar merah, saat itu harganya bisa naik dua kali lipat," ucap Siti, pedagang lainnya.

Hari biasa rerata pemesan bunga di Pasar Bandungan yakni konsumen yang menyuplai untuk hotel berbintang dan toko bunga modern. Namun di momen tertentu permintaan melonjak tajam. Bagi pedagang ada kalender saat mereka kebanjiran pesanan. Seperti di musim pernikahan yakni bulan Besar/Dzulhijjah dan Syawal pada penanggalan jawa merupakan puncak tertinggi. Permintaan untuk dekorasi pelaminan membuat stok bunga selalu ludes. Selain itu juga saat musim wisuda yakni di bulan Mei dan November. Saat ribuan mahasiswa lulus, ribuan buket bunga juga laku keras.

"Momen Valentine permintaan juga meningkat. Yang laku terutama bunga mawar merah, saat itu harganya bisa naik dua kali lipat," ucap Siti, pedagang lainnya.

Hari biasa rerata pemesan bunga di Pasar Bandungan yakni konsumen yang menyuplai untuk hotel berbintang dan toko bunga modern. Namun di momen tertentu permintaan melonjak tajam. Bagi pedagang ada kalender saat mereka kebanjiran pesanan. Seperti di musim pernikahan yakni bulan Besar/Dzulhijjah dan Syawal pada penanggalan jawa merupakan puncak tertinggi. Permintaan untuk dekorasi pelaminan membuat stok bunga selalu ludes. Selain itu juga saat musim wisuda yakni di bulan Mei dan November. Saat ribuan mahasiswa lulus, ribuan buket bunga juga laku keras.

"Momen Valentine permintaan juga meningkat. Yang laku terutama bunga mawar merah, saat itu harganya bisa naik dua kali lipat," ucap Siti, pedagang lainnya.

Jika biasanya seikat bunga mawar lokal terdiri 10 tangkai dihargai Rp60 ribu, di momen Valentine harganya mencapai Rp120 ribu seikat. Kenaikan permintaan biasanya menurut Siti terjadi empat hingga lima hari jelang tanggal 14 Februari. Meski begitu, Siti mengakui kenaikan paling tinggi bunga potong terjadi yakni di musim pernikahan. Pada momen tersebut, para pedagang kebanjiran pesanan. "Termasuk juga saat Hari Raya Idulfitri, permintaan kembang saat itu naik drastis," ucapnya. 

Belakangan anak muda sengaja datang ke pasar bunga di Bandungan bukan cuma untuk membeli bunga mentah, tapi ingin merangkai sendiri buket bunga dengan memilih dan membeli per tangkai.

Untuk omzet sejumlah pedagang menyebutkan pendapatan bersih mulai Rp7 juta hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Jumlah tersebut bisa meningkat jika memasuki momen tertentu.

Jika biasanya seikat bunga mawar lokal terdiri 10 tangkai dihargai Rp60 ribu, di momen Valentine harganya mencapai Rp120 ribu seikat. Kenaikan permintaan biasanya menurut Siti terjadi empat hingga lima hari jelang tanggal 14 Februari. Meski begitu, Siti mengakui kenaikan paling tinggi bunga potong terjadi yakni di musim pernikahan. Pada momen tersebut, para pedagang kebanjiran pesanan. "Termasuk juga saat Hari Raya Idulfitri, permintaan kembang saat itu naik drastis," ucapnya. 

Belakangan anak muda sengaja datang ke pasar bunga di Bandungan bukan cuma untuk membeli bunga mentah, tapi ingin merangkai sendiri buket bunga dengan memilih dan membeli per tangkai.

Untuk omzet sejumlah pedagang menyebutkan pendapatan bersih mulai Rp7 juta hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Jumlah tersebut bisa meningkat jika memasuki momen tertentu.

Jika biasanya seikat bunga mawar lokal terdiri 10 tangkai dihargai Rp60 ribu, di momen Valentine harganya mencapai Rp120 ribu seikat. Kenaikan permintaan biasanya menurut Siti terjadi empat hingga lima hari jelang tanggal 14 Februari. Meski begitu, Siti mengakui kenaikan paling tinggi bunga potong terjadi yakni di musim pernikahan. Pada momen tersebut, para pedagang kebanjiran pesanan. "Termasuk juga saat Hari Raya Idulfitri, permintaan kembang saat itu naik drastis," ucapnya. 

Belakangan anak muda sengaja datang ke pasar bunga di Bandungan bukan cuma untuk membeli bunga mentah, tapi ingin merangkai sendiri buket bunga dengan memilih dan membeli per tangkai.

Untuk omzet sejumlah pedagang menyebutkan pendapatan bersih mulai Rp7 juta hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Jumlah tersebut bisa meningkat jika memasuki momen tertentu.

Pasar Bunga Rawa Belong sepi, mengapa?

Pasar Bunga Rawa Belong sepi, mengapa?

Pasar Bunga Rawa Belong sepi, mengapa?

"Dahulu, saya main di bunga impor, target ratusan juta sampai miliaran sebulan tercapai, sekarang sulit."
"Dahulu, saya main di bunga impor, target ratusan juta sampai miliaran sebulan tercapai, sekarang sulit."
"Dahulu, saya main di bunga impor, target ratusan juta sampai miliaran sebulan tercapai, sekarang sulit."

Sayangnya, tak semua penjual meraih cuan di hari kasih sayang. Merekahnya mawar nyatanya tak seindah pendapatan para pedagang di Sentra Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat. Pusat jual-beli berbagai macam jenis bunga tersebut jarang terlihat dilintasi pembeli, hanya satu dua orang yang datang.

Dibandingkan pembeli, lebih banyak pedagang hilir mudik membawa kumpulan bunga yang dibungkus kertas putih di pundaknya. Salah satu pedagang, Zhen Rose mengaku hal tersebut sudah terjadi sejak masa Covid-19.

"Sekarang lebih banyak sepinya daripada ramainya," kata Zhen.

Sayangnya, tak semua penjual meraih cuan di hari kasih sayang. Merekahnya mawar nyatanya tak seindah pendapatan para pedagang di Sentra Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat. Pusat jual-beli berbagai macam jenis bunga tersebut jarang terlihat dilintasi pembeli, hanya satu dua orang yang datang.

Dibandingkan pembeli, lebih banyak pedagang hilir mudik membawa kumpulan bunga yang dibungkus kertas putih di pundaknya. Salah satu pedagang, Zhen Rose mengaku hal tersebut sudah terjadi sejak masa Covid-19.

"Sekarang lebih banyak sepinya daripada ramainya," kata Zhen.

Sayangnya, tak semua penjual meraih cuan di hari kasih sayang. Merekahnya mawar nyatanya tak seindah pendapatan para pedagang di Sentra Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat. Pusat jual-beli berbagai macam jenis bunga tersebut jarang terlihat dilintasi pembeli, hanya satu dua orang yang datang.

Dibandingkan pembeli, lebih banyak pedagang hilir mudik membawa kumpulan bunga yang dibungkus kertas putih di pundaknya. Salah satu pedagang, Zhen Rose mengaku hal tersebut sudah terjadi sejak masa Covid-19.

"Sekarang lebih banyak sepinya daripada ramainya," kata Zhen.

Zhen Rose salah satu pedagang bunda di Pasar Rawa mengaku omzetnya turun drastis sejak COVID-19.

Zhen Rose salah satu pedagang bunda di Pasar Rawa mengaku omzetnya turun drastis sejak COVID-19. (IDN Times/ Maya Aulia)

Zhen Rose salah satu pedagang bunda di Pasar Rawa mengaku omzetnya turun drastis sejak COVID-19. (IDN Times/ Maya Aulia)

Meski terlihat sepi, para pedagang terlihat merangkai untaian bunga, tangkai demi tangkai disatukan, mulai dari jenis yang sama seperti mawar berbagai warna, aster, krisan, hingga tulip aneka warna. "Pembelian sekarang sudah menurun, enggak tahu masalahnya apa, bisa buang banyak bunga busuk karena layu gak dibeli," jelas Zhen.

Padahal, sebelum Covid menyerang, perputaran uang ratusan kios pedagang di pasar seluas 1,3 hektare ini bisa mencapai miliaran rupiah.

"Dahulu, saya main di bunga impor, itu target ratusan juta sampai miliaran sebulan tercapai. Sekarang? Ya main di lokal saja sudah sulit," kata Zhen.

Meski terlihat sepi, para pedagang terlihat merangkai untaian bunga, tangkai demi tangkai disatukan, mulai dari jenis yang sama seperti mawar berbagai warna, aster, krisan, hingga tulip aneka warna. "Pembelian sekarang sudah menurun, enggak tahu masalahnya apa, bisa buang banyak bunga busuk karena layu gak dibeli," jelas Zhen.

Padahal, sebelum Covid menyerang, perputaran uang ratusan kios pedagang di pasar seluas 1,3 hektare ini bisa mencapai miliaran rupiah.

"Dahulu, saya main di bunga impor, itu target ratusan juta sampai miliaran sebulan tercapai. Sekarang? Ya main di lokal saja sudah sulit," kata Zhen.

Meski terlihat sepi, para pedagang terlihat merangkai untaian bunga, tangkai demi tangkai disatukan, mulai dari jenis yang sama seperti mawar berbagai warna, aster, krisan, hingga tulip aneka warna. "Pembelian sekarang sudah menurun, enggak tahu masalahnya apa, bisa buang banyak bunga busuk karena layu gak dibeli," jelas Zhen.

Padahal, sebelum Covid menyerang, perputaran uang ratusan kios pedagang di pasar seluas 1,3 hektare ini bisa mencapai miliaran rupiah.

"Dahulu, saya main di bunga impor, itu target ratusan juta sampai miliaran sebulan tercapai. Sekarang? Ya main di lokal saja sudah sulit," kata Zhen.

Pedagang Pasar Bunga Rawa Belong di Jakarta keluhkan jumlah pembeli yang makin sedikit.

Pedagang Pasar Bunga Rawa Belong di Jakarta keluhkan jumlah pembeli yang makin sedikit. (IDN Times/Maya Aulia)

Pedagang Pasar Bunga Rawa Belong di Jakarta keluhkan jumlah pembeli yang makin sedikit. (IDN Times/Maya Aulia)

Pasar Rawa Belong memiliki sejarah panjang, dikenal sebagai tanah kelahiran Si Pitung, legenda Betawi yang merupakan pendekat silat ulung yang merampas harta orang kaya dan membagikannya pada kaum miskin pada masa penjajahan Belanda.

Dalam perjalanan waktu, wilayah Rawa Belong dijadikan sebagai kebun anggrek oleh warga Betawi.Tepat pada 25 Juli 1989, Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto mengubah lokasi itu menjadi pusat promosi dan pemasaran bunga dan tanaman hias Rawa Belong. Statusnya pun semakin kuat melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 113 Tahun 2002, kawasan ini ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

Pasar Rawa Belong memiliki sejarah panjang, dikenal sebagai tanah kelahiran Si Pitung, legenda Betawi yang merupakan pendekat silat ulung yang merampas harta orang kaya dan membagikannya pada kaum miskin pada masa penjajahan Belanda.

Dalam perjalanan waktu, wilayah Rawa Belong dijadikan sebagai kebun anggrek oleh warga Betawi.Tepat pada 25 Juli 1989, Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto mengubah lokasi itu menjadi pusat promosi dan pemasaran bunga dan tanaman hias Rawa Belong. Statusnya pun semakin kuat melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 113 Tahun 2002, kawasan ini ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

Pasar Rawa Belong memiliki sejarah panjang, dikenal sebagai tanah kelahiran Si Pitung, legenda Betawi yang merupakan pendekat silat ulung yang merampas harta orang kaya dan membagikannya pada kaum miskin pada masa penjajahan Belanda.

Dalam perjalanan waktu, wilayah Rawa Belong dijadikan sebagai kebun anggrek oleh warga Betawi.Tepat pada 25 Juli 1989, Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto mengubah lokasi itu menjadi pusat promosi dan pemasaran bunga dan tanaman hias Rawa Belong. Statusnya pun semakin kuat melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 113 Tahun 2002, kawasan ini ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

Jatuh bangunnya pedagang memang hal biasa, tak hanya di masa Covid yang menyebabkan penurunan pendapatan, cuaca ekstrem membuat pedagang bunga terpaksa gigit jari.

"Apalagi waktu kemarin wilayah Pantura banyak banjir, harusnya bunga datang jam 6 pagi, waktu itu jam 12 siang baru sampai," kata Zhen Rose.

Bunga yang datang terlambat bisa membuat penjualan di lapaknya ikut turun. "Belum lagi kalau musim hujan tuh biasanya kualitas menurun, karena terlambat datang terlalu lama di perjalanan biasanya pas turun di sini ada saja bunga rusak dan tak layak jual," ungkapnya.

Pedagang lainnya, Edi, mengakui hal sama. Saat musim hujan terdapat beberapa jenis bunga yang mudah layu dan berubah warna. "Seperti bunga aster, kalau kena air hujan lebih gampang hitam, jadi kan kurang bagus," jelasnya.

Jatuh bangunnya pedagang memang hal biasa, tak hanya di masa Covid yang menyebabkan penurunan pendapatan, cuaca ekstrem membuat pedagang bunga terpaksa gigit jari.

"Apalagi waktu kemarin wilayah Pantura banyak banjir, harusnya bunga datang jam 6 pagi, waktu itu jam 12 siang baru sampai," kata Zhen Rose.

Bunga yang datang terlambat bisa membuat penjualan di lapaknya ikut turun. "Belum lagi kalau musim hujan tuh biasanya kualitas menurun, karena terlambat datang terlalu lama di perjalanan biasanya pas turun di sini ada saja bunga rusak dan tak layak jual," ungkapnya.

Pedagang lainnya, Edi, mengakui hal sama. Saat musim hujan terdapat beberapa jenis bunga yang mudah layu dan berubah warna. "Seperti bunga aster, kalau kena air hujan lebih gampang hitam, jadi kan kurang bagus," jelasnya.

Jatuh bangunnya pedagang memang hal biasa, tak hanya di masa Covid yang menyebabkan penurunan pendapatan, cuaca ekstrem membuat pedagang bunga terpaksa gigit jari.

"Apalagi waktu kemarin wilayah Pantura banyak banjir, harusnya bunga datang jam 6 pagi, waktu itu jam 12 siang baru sampai," kata Zhen Rose.

Bunga yang datang terlambat bisa membuat penjualan di lapaknya ikut turun. "Belum lagi kalau musim hujan tuh biasanya kualitas menurun, karena terlambat datang terlalu lama di perjalanan biasanya pas turun di sini ada saja bunga rusak dan tak layak jual," ungkapnya.

Pedagang lainnya, Edi, mengakui hal sama. Saat musim hujan terdapat beberapa jenis bunga yang mudah layu dan berubah warna. "Seperti bunga aster, kalau kena air hujan lebih gampang hitam, jadi kan kurang bagus," jelasnya.

Di tiap tangkai bunga,terdapat kisah petani,tengkulak hingga pedagang.Tak hanya sekedar harum, bunga mawar, krisan, aster, sedap malam, peacock punya kisah perjalanan panjang hingga sampai di tangan yang tercinta saat perayaan hari kasih sayang. Happy Valentine!

Di tiap tangkai bunga,terdapat kisah petani,tengkulak hingga pedagang.Tak hanya sekedar harum, bunga mawar, krisan, aster, sedap malam, peacock punya kisah perjalanan panjang hingga sampai di tangan yang tercinta saat perayaan hari kasih sayang. Happy Valentine!

Di tiap tangkai bunga,terdapat kisah petani,tengkulak hingga pedagang.Tak hanya sekedar harum, bunga mawar, krisan, aster, sedap malam, peacock punya kisah perjalanan panjang hingga sampai di tangan yang tercinta saat perayaan hari kasih sayang. Happy Valentine!

Yuk, lihat artikel lainnya yaaaa!

Yuk, lihat artikel lainnya yaaaa!

Disusun oleh

Tim Editorial

Febriana Sinta- Project Lead

Yogie Fadila - Editor

Irwan Idris - Editor

Irma Yudistirani - Editor

Tim Penulis:

Rizal Adhi Pratama (Jawa Timur)

Bandot Arywono (Jawa Tengah)

Herlambang Jati (Jogja)

Debbie Sutrisno (Jawa Barat)

Maya Aulia Aprilianti (Banten)

Tim Product

Andzarrahim - Sr Product Manager

Rafiio Ardhika - Product Designer

Hanafi Halim - Web Specialist

Kembali ke IDNTimes.com

Disusun oleh

Tim Editorial

Febriana Sinta- Project Lead

Yogie Fadila - Editor

Irwan Idris - Editor

Irma Yudistirani - Editor

Tim Penulis:

Rizal Adhi Pratama (Jawa Timur)

Bandot Arywono (Jawa Tengah)

Herlambang Jati (Jogja)

Debbie Sutrisno (Jawa Barat)

Maya Aulia Aprilianti (Banten)

Tim Product

Andzarrahim - Sr Product Manager

Rafiio Ardhika - Product Designer

Hanafi Halim - Web Specialist

Kembali ke IDNTimes.com

Disusun oleh

Tim Editorial

Febriana Sinta- Project Lead

Yogie Fadila - Editor

Irwan Idris - Editor

Irma Yudistirani - Editor

Tim Penulis:

Rizal Adhi Pratama (Jawa Timur)

Bandot Arywono (Jawa Tengah)

Herlambang Jati (Jogja)

Debbie Sutrisno (Jawa Barat)

Maya Aulia Aprilianti (Banten)

Tim Product

Andzarrahim - Sr Product Manager

Rafiio Ardhika - Product Designer

Hanafi Halim - Web Specialist

Kembali ke IDNTimes.com