
Kilau Emas dari Layar Gawai
Kilau Emas dari Layar Gawai
Kilau Emas dari Layar Gawai
Gen Z Melirik Investasi Emas untuk Masa Depan
Sejak dulu emas dilambangkan sebagai simbol kemewahan. Pernah juga menjadi mata uang hingga tabungan dan aset berbagai negara dunia. Kini emas tidak hanya berkilau dalam bentuk perhiasan tapi dipandangi dalam layar gawai untuk investasi masa depan.
Sejak dulu emas dilambangkan sebagai simbol kemewahan. Pernah juga menjadi mata uang hingga tabungan dan aset berbagai negara dunia. Kini emas tidak hanya berkilau dalam bentuk perhiasan tapi dipandangi dalam layar gawai untuk investasi masa depan.
Sejak dulu emas dilambangkan sebagai simbol kemewahan. Pernah juga menjadi mata uang hingga tabungan dan aset berbagai negara dunia. Kini emas tidak hanya berkilau dalam bentuk perhiasan tapi dipandangi dalam layar gawai untuk investasi masa depan.
Muhammad Iqbal (25) fokus memerhatikan layar gawainya. Dengan ujung jarinya sesekali mengusap-usapnya. Dia memasukkan username dan password untuk bisa masuk ke akun tabungan emasnya. Dalam aplikasi tersebut tercantum berapa gram emas yang dicicilnya.
“Gen z seperti aku, sekarang dikenal lebih cenderung boros dalam sehari-hari. Jadi, gak ada salahnya kalau kita mencoba memperbanyak pilihan menabung, salah satunya menabung emas ini,” ucap Iqbal kepada IDN Times, Sabtu (28/3/2026).
Muhammad Iqbal (25) fokus memerhatikan layar gawainya. Dengan ujung jarinya sesekali mengusap-usapnya. Dia memasukkan username dan password untuk bisa masuk ke akun tabungan emasnya. Dalam aplikasi tersebut tercantum berapa gram emas yang dicicilnya.
“Gen z seperti aku, sekarang dikenal lebih cenderung boros dalam sehari-hari. Jadi, gak ada salahnya kalau kita mencoba memperbanyak pilihan menabung, salah satunya menabung emas ini,” ucap Iqbal kepada IDN Times, Sabtu (28/3/2026).
Muhammad Iqbal (25) fokus memerhatikan layar gawainya. Dengan ujung jarinya sesekali mengusap-usapnya. Dia memasukkan username dan password untuk bisa masuk ke akun tabungan emasnya. Dalam aplikasi tersebut tercantum berapa gram emas yang dicicilnya.
“Gen z seperti aku, sekarang dikenal lebih cenderung boros dalam sehari-hari. Jadi, gak ada salahnya kalau kita mencoba memperbanyak pilihan menabung, salah satunya menabung emas ini,” ucap Iqbal kepada IDN Times, Sabtu (28/3/2026).

Muhammad Iqbal, salah seorang gen z yang menabung emas (IDN Times/Indah Permata Sari)
Muhammad Iqbal, salah seorang gen z yang menabung emas (IDN Times/Indah Permata Sari)
Iqbal memilih untuk berinvestasi dalam bentuk emas digital. Hanya berbekal aplikasi dalam telepon selularnya, ia sudah memiliki tabungan emas. Bagi Iqbal, ini merupakan pengalaman pertamanya menabung emas. Bahkan emas menjadi langkah investasi pertama yang dipilihnya.
“Baru berjalan setahun belakangan ini menabung emas. Kalau sebelumnya aku belum pernah melakukan investasi yang lain, jadi nabung emas ini bisa dibilang untuk kali pertama saya investasi,” kata Iqbal.
Iqbal memilih untuk berinvestasi dalam bentuk emas digital. Hanya berbekal aplikasi dalam telepon selularnya, ia sudah memiliki tabungan emas. Bagi Iqbal, ini merupakan pengalaman pertamanya menabung emas. Bahkan emas menjadi langkah investasi pertama yang dipilihnya.
“Baru berjalan setahun belakangan ini menabung emas. Kalau sebelumnya aku belum pernah melakukan investasi yang lain, jadi nabung emas ini bisa dibilang untuk kali pertama saya investasi,” kata Iqbal.
Iqbal memilih untuk berinvestasi dalam bentuk emas digital. Hanya berbekal aplikasi dalam telepon selularnya, ia sudah memiliki tabungan emas. Bagi Iqbal, ini merupakan pengalaman pertamanya menabung emas. Bahkan emas menjadi langkah investasi pertama yang dipilihnya.
“Baru berjalan setahun belakangan ini menabung emas. Kalau sebelumnya aku belum pernah melakukan investasi yang lain, jadi nabung emas ini bisa dibilang untuk kali pertama saya investasi,” kata Iqbal.
Iqbal mengakui sebagai Gen Z yang kesulitan menabung. Namun dengan banyaknya opsi saat ini, dia coba keluar dari mindset tersebut. “Banyak dirasakan anak muda seperti kami adalah sulitnya menabung, diakibatkan berbagai faktor kehidupan. Meskipun, saat ini telah banyak pilihan dengan berbagai cara,” kata pria berusia 25 tahun ini.
Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini baru mencoba menabung dengan cara digital. Langkah ini membuatnya merasa lebih maju untuk masa depan dan mengatur finansialnya.
Iqbal mengakui sebagai Gen Z yang kesulitan menabung. Namun dengan banyaknya opsi saat ini, dia coba keluar dari mindset tersebut. “Banyak dirasakan anak muda seperti kami adalah sulitnya menabung, diakibatkan berbagai faktor kehidupan. Meskipun, saat ini telah banyak pilihan dengan berbagai cara,” kata pria berusia 25 tahun ini.
Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini baru mencoba menabung dengan cara digital. Langkah ini membuatnya merasa lebih maju untuk masa depan dan mengatur finansialnya.
Iqbal mengakui sebagai Gen Z yang kesulitan menabung. Namun dengan banyaknya opsi saat ini, dia coba keluar dari mindset tersebut. “Banyak dirasakan anak muda seperti kami adalah sulitnya menabung, diakibatkan berbagai faktor kehidupan. Meskipun, saat ini telah banyak pilihan dengan berbagai cara,” kata pria berusia 25 tahun ini.
Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini baru mencoba menabung dengan cara digital. Langkah ini membuatnya merasa lebih maju untuk masa depan dan mengatur finansialnya.
Tentu bagi generasi melek digital seperti Iqbal, lebih mudah melakukan transaksi dengan gawainya. Baginya, hal yang membuatnya tertarik dalam investasi emas ini adanya peluang untuk masa depannya, menyimpan uang lebih aman untuk menjadikan investasi, dan lebih mudah juga dalam melakukan transaksi.
“Apalagi sekarang ada nabung emas secara online karena lebih mudah untuk kita menabung. Sekarang bisa menabung dengan sistem dicicil. Jadi, lebih praktis itu salah satu alasannya,” jelas Iqbal.
Tentu bagi generasi melek digital seperti Iqbal, lebih mudah melakukan transaksi dengan gawainya. Baginya, hal yang membuatnya tertarik dalam investasi emas ini adanya peluang untuk masa depannya, menyimpan uang lebih aman untuk menjadikan investasi, dan lebih mudah juga dalam melakukan transaksi.
“Apalagi sekarang ada nabung emas secara online karena lebih mudah untuk kita menabung. Sekarang bisa menabung dengan sistem dicicil. Jadi, lebih praktis itu salah satu alasannya,” jelas Iqbal.
Tentu bagi generasi melek digital seperti Iqbal, lebih mudah melakukan transaksi dengan gawainya. Baginya, hal yang membuatnya tertarik dalam investasi emas ini adanya peluang untuk masa depannya, menyimpan uang lebih aman untuk menjadikan investasi, dan lebih mudah juga dalam melakukan transaksi.
“Apalagi sekarang ada nabung emas secara online karena lebih mudah untuk kita menabung. Sekarang bisa menabung dengan sistem dicicil. Jadi, lebih praktis itu salah satu alasannya,” jelas Iqbal.

Tujuan Menabung: Dana Darurat dan Langkah Awal Investasi
Tujuan Menabung: Dana Darurat dan Langkah Awal Investasi
Tujuan Menabung: Dana Darurat dan Langkah Awal Investasi
Bagi Iqbal sebenarnya tujuan awalnya berinvestasi emas adaalah menyiapkan dana darurat. Sebab,dirinya menyadari tidak bisa untuk hemat. “Kalau hanya menabung di fisik, jadi kemaren saya mencoba memperbanyak opsi-opsi atau pilihan untuk tabungan, ada yang menabung fisik secara uang, ada yang di ATM dan ini mencoba opsi yang lain lagi menabung emas. Jadi, mungkin arahnya lebih kesitu sih tujuannya,” sebutnya.
Iqbal juga merasa sempat ada keinginan untuk berinvestasi saham, kripto dan lainnya. Namun, dirinya belum siap dan butuh waktu untuk belajar. “Mungkin perlu waktu lagi untuk belajar karena itu berbeda karena untuk menabung emas itu kita hanya setor uang senilai gram yang kita inginkan. Tapi kalau untuk saham, kripto dan lainnya perlu belajar lagi karena resikonya kita belum ketahui. Saran saya coba cari opsi tabungan yang lebih banyak untuk menabung emas apalagi sekarang dalam keadaan sekarang ekonomi tidak menentu,” katanya.
Bagi Iqbal sebenarnya tujuan awalnya berinvestasi emas adaalah menyiapkan dana darurat. Sebab,dirinya menyadari tidak bisa untuk hemat. “Kalau hanya menabung di fisik, jadi kemaren saya mencoba memperbanyak opsi-opsi atau pilihan untuk tabungan, ada yang menabung fisik secara uang, ada yang di ATM dan ini mencoba opsi yang lain lagi menabung emas. Jadi, mungkin arahnya lebih kesitu sih tujuannya,” sebutnya.
Iqbal juga merasa sempat ada keinginan untuk berinvestasi saham, kripto dan lainnya. Namun, dirinya belum siap dan butuh waktu untuk belajar. “Mungkin perlu waktu lagi untuk belajar karena itu berbeda karena untuk menabung emas itu kita hanya setor uang senilai gram yang kita inginkan. Tapi kalau untuk saham, kripto dan lainnya perlu belajar lagi karena resikonya kita belum ketahui. Saran saya coba cari opsi tabungan yang lebih banyak untuk menabung emas apalagi sekarang dalam keadaan sekarang ekonomi tidak menentu,” katanya.
Bagi Iqbal sebenarnya tujuan awalnya berinvestasi emas adaalah menyiapkan dana darurat. Sebab,dirinya menyadari tidak bisa untuk hemat. “Kalau hanya menabung di fisik, jadi kemaren saya mencoba memperbanyak opsi-opsi atau pilihan untuk tabungan, ada yang menabung fisik secara uang, ada yang di ATM dan ini mencoba opsi yang lain lagi menabung emas. Jadi, mungkin arahnya lebih kesitu sih tujuannya,” sebutnya.
Iqbal juga merasa sempat ada keinginan untuk berinvestasi saham, kripto dan lainnya. Namun, dirinya belum siap dan butuh waktu untuk belajar. “Mungkin perlu waktu lagi untuk belajar karena itu berbeda karena untuk menabung emas itu kita hanya setor uang senilai gram yang kita inginkan. Tapi kalau untuk saham, kripto dan lainnya perlu belajar lagi karena resikonya kita belum ketahui. Saran saya coba cari opsi tabungan yang lebih banyak untuk menabung emas apalagi sekarang dalam keadaan sekarang ekonomi tidak menentu,” katanya.
“Untuk menabung emas itu kita hanya setor uang senilai gram yang kita inginkan., tapi kalau untuk saham, kripto dan lainnya perlu belajar lagi karena risikonya kita belum ketahui. Saran saya coba cari opsi tabungan yang lebih banyak untuk menabung emas apalagi sekarang dalam keadaan sekarang ekonomi tidak menentu,” kata Iqbal
“Untuk menabung emas itu kita hanya setor uang senilai gram yang kita inginkan., tapi kalau untuk saham, kripto dan lainnya perlu belajar lagi karena risikonya kita belum ketahui. Saran saya coba cari opsi tabungan yang lebih banyak untuk menabung emas apalagi sekarang dalam keadaan sekarang ekonomi tidak menentu,” kata Iqbal
Saat ini berbagai platform penyedia juga melakukan berbagai cara untuk menarik anak muda berinvestasi. Pegadaian IX Semarang misalnya, mereka melakukan program mudik gratis dengan syarat harus menabung emas. Hal itu menjadi pintu masuk bagi anak muda mengenali tabungan emas.
Salah satunya Malihatus Saadah. Mahasiswi jurusan Bisnis Digital Universitas Diponegoro itu mendaftar program mudik gratis yang diadakan Pegadaian untuk memudahkannya pulang kampung ke Kabupaten Rembang. Apabila biasanya ia mudik dengan boncengan naik motor dengan temannya, tahun ini ia merasakan pengalaman yang lebih seru.
"Ini pengalaman berharga buat saya, soalnya pertama kali diajak aktivasi tabungan emas terus bisa mudik secara gratis ditemani teman saya juga. Makanya ini kesempatan yang gak boleh dilewatkan," ujar mahasiswi semester empat tersebut saat ditemui IDN Times pertengahan Maret ini.
"Soalnya pas mudik gratis ini saya sebagai peserta mudik yang difasilitasi Pegadaian diminta aktivasi tabungan emas," sambungnya.
Saat ini berbagai platform penyedia juga melakukan berbagai cara untuk menarik anak muda berinvestasi. Pegadaian IX Semarang misalnya, mereka melakukan program mudik gratis dengan syarat harus menabung emas. Hal itu menjadi pintu masuk bagi anak muda mengenali tabungan emas.
Salah satunya Malihatus Saadah. Mahasiswi jurusan Bisnis Digital Universitas Diponegoro itu mendaftar program mudik gratis yang diadakan Pegadaian untuk memudahkannya pulang kampung ke Kabupaten Rembang. Apabila biasanya ia mudik dengan boncengan naik motor dengan temannya, tahun ini ia merasakan pengalaman yang lebih seru.
"Ini pengalaman berharga buat saya, soalnya pertama kali diajak aktivasi tabungan emas terus bisa mudik secara gratis ditemani teman saya juga. Makanya ini kesempatan yang gak boleh dilewatkan," ujar mahasiswi semester empat tersebut saat ditemui IDN Times pertengahan Maret ini.
"Soalnya pas mudik gratis ini saya sebagai peserta mudik yang difasilitasi Pegadaian diminta aktivasi tabungan emas," sambungnya.
Saat ini berbagai platform penyedia juga melakukan berbagai cara untuk menarik anak muda berinvestasi. Pegadaian IX Semarang misalnya, mereka melakukan program mudik gratis dengan syarat harus menabung emas. Hal itu menjadi pintu masuk bagi anak muda mengenali tabungan emas.
Salah satunya Malihatus Saadah. Mahasiswi jurusan Bisnis Digital Universitas Diponegoro itu mendaftar program mudik gratis yang diadakan Pegadaian untuk memudahkannya pulang kampung ke Kabupaten Rembang. Apabila biasanya ia mudik dengan boncengan naik motor dengan temannya, tahun ini ia merasakan pengalaman yang lebih seru.
"Ini pengalaman berharga buat saya, soalnya pertama kali diajak aktivasi tabungan emas terus bisa mudik secara gratis ditemani teman saya juga. Makanya ini kesempatan yang gak boleh dilewatkan," ujar mahasiswi semester empat tersebut saat ditemui IDN Times pertengahan Maret ini.
"Soalnya pas mudik gratis ini saya sebagai peserta mudik yang difasilitasi Pegadaian diminta aktivasi tabungan emas," sambungnya.

Malihatus Saadah (IDN Times/Fariz Fardianto)
Malihatus Saadah (IDN Times/Fariz Fardianto)
Di tengah gejolak ekonomi global yang ada saat ini, dirinya melihat investasi emas belakangan justru jadi suatu yang menjanjikan. "Ini bisa jadi tabungan saya untuk jangka panjang juga," aku dara 20 tahun tersebut.
Sebagai langkah awal, dirinya sudah mencoba menabung emas Rp50 ribu. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah saldo emasnya akan ia tambah sebanyak-banyaknya karena melihat banyaknya keuntungan.
Di sisi lain, dengan berinvestasi emas jadi kesempatan buatnya untuk belajar investasi sejak dini. "Kalau dilihat harga emas selalu naik jadinya saya tergiur juga," jelasnya.
Di tengah gejolak ekonomi global yang ada saat ini, dirinya melihat investasi emas belakangan justru jadi suatu yang menjanjikan. "Ini bisa jadi tabungan saya untuk jangka panjang juga," aku dara 20 tahun tersebut.
Sebagai langkah awal, dirinya sudah mencoba menabung emas Rp50 ribu. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah saldo emasnya akan ia tambah sebanyak-banyaknya karena melihat banyaknya keuntungan.
Di sisi lain, dengan berinvestasi emas jadi kesempatan buatnya untuk belajar investasi sejak dini. "Kalau dilihat harga emas selalu naik jadinya saya tergiur juga," jelasnya.
Di tengah gejolak ekonomi global yang ada saat ini, dirinya melihat investasi emas belakangan justru jadi suatu yang menjanjikan. "Ini bisa jadi tabungan saya untuk jangka panjang juga," aku dara 20 tahun tersebut.
Sebagai langkah awal, dirinya sudah mencoba menabung emas Rp50 ribu. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah saldo emasnya akan ia tambah sebanyak-banyaknya karena melihat banyaknya keuntungan.
Di sisi lain, dengan berinvestasi emas jadi kesempatan buatnya untuk belajar investasi sejak dini. "Kalau dilihat harga emas selalu naik jadinya saya tergiur juga," jelasnya.
Lonjakan Nasabah Gen Z baik di kota besar hingga daerah
Lonjakan Nasabah Gen Z baik di kota besar hingga daerah
Lonjakan Nasabah Gen Z baik di kota besar hingga daerah
Memang saat ini gen z menabung emas jadi fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok usia Gen Z kini secara resmi menjadi motor utama pertumbuhan investasi emas digital di Indonesia. Ada lonjakan signifikan jumlah pengguna produk Tabungan Emas yang kini didominasi kaum muda berusia 18 hingga 27 tahun tersebut.
Dari data Pegadaian, nasabah kelompok usia Gen Z (kelahiran 1997–2007) mencatatkan pertumbuhan tahunan Year-on-Year yang sangat fantastis, yakni sebesar 116 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lainnya, di mana Milenial tumbuh sebesar 49 persen (YoY), disusul oleh Gen X sebesar 34 persen (YoY), dan Baby Boomer sebesar 32 persen (YoY). Hingga akhir 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional mencapai 4,85 juta nasabah.
Memang saat ini gen z menabung emas jadi fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok usia Gen Z kini secara resmi menjadi motor utama pertumbuhan investasi emas digital di Indonesia. Ada lonjakan signifikan jumlah pengguna produk Tabungan Emas yang kini didominasi kaum muda berusia 18 hingga 27 tahun tersebut.
Dari data Pegadaian, nasabah kelompok usia Gen Z (kelahiran 1997–2007) mencatatkan pertumbuhan tahunan Year-on-Year yang sangat fantastis, yakni sebesar 116 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lainnya, di mana Milenial tumbuh sebesar 49 persen (YoY), disusul oleh Gen X sebesar 34 persen (YoY), dan Baby Boomer sebesar 32 persen (YoY). Hingga akhir 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional mencapai 4,85 juta nasabah.
Memang saat ini gen z menabung emas jadi fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok usia Gen Z kini secara resmi menjadi motor utama pertumbuhan investasi emas digital di Indonesia. Ada lonjakan signifikan jumlah pengguna produk Tabungan Emas yang kini didominasi kaum muda berusia 18 hingga 27 tahun tersebut.
Dari data Pegadaian, nasabah kelompok usia Gen Z (kelahiran 1997–2007) mencatatkan pertumbuhan tahunan Year-on-Year yang sangat fantastis, yakni sebesar 116 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lainnya, di mana Milenial tumbuh sebesar 49 persen (YoY), disusul oleh Gen X sebesar 34 persen (YoY), dan Baby Boomer sebesar 32 persen (YoY). Hingga akhir 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional mencapai 4,85 juta nasabah.
"Nasabah emas di sini paling banyak malah dari rentang usia 35 tahunan, 30 tahun ke bawah. Terus yang usia 40 tahunan ke atas sekitar 20 persen. Tentu ini menggembirakan soalnya layanan digital emas lebih gampang, murah dan tidak merepotkan," tutur Suryandari Manajer BIsnis Pegadaian Cabang Karangturi Semarang
"Nasabah emas di sini paling banyak malah dari rentang usia 35 tahunan, 30 tahun ke bawah. Terus yang usia 40 tahunan ke atas sekitar 20 persen. Tentu ini menggembirakan soalnya layanan digital emas lebih gampang, murah dan tidak merepotkan," tutur Suryandari Manajer BIsnis Pegadaian Cabang Karangturi Semarang
Suryandari, Manajer Bisnis Pegadaian Cabang Karangturi Semarang mencatat jumlah nasabah Gen Z Yang menabung emas beberapa bulan terakhir melonjak seiring masifnya informasi mengenai kemudahan menabung emas secara digital. Jumlah nasabah dari kalangan Gen Z juga bertambah karena dipengaruhi perilaku mereka yang cenderung melek digital ketimbang generasi Baby Boomer.
"Jadi di tempat kami ada lonjakan nasabah dari anak-anak Gen Z yang signifikan. Karena mereka melek digital, akhirnya banyak yang nanya kemari terus mutusin bikin akun aktivasi tabungan emas. Mereka cerita kalau sebagian uang yang diberikan orang tuanya selalu disisihkan untuk ditabung dalam bentuk emas digital," ungkap Suryandari saat ditemui IDN Times awal Maret.
Suryandari, Manajer Bisnis Pegadaian Cabang Karangturi Semarang mencatat jumlah nasabah Gen Z Yang menabung emas beberapa bulan terakhir melonjak seiring masifnya informasi mengenai kemudahan menabung emas secara digital. Jumlah nasabah dari kalangan Gen Z juga bertambah karena dipengaruhi perilaku mereka yang cenderung melek digital ketimbang generasi Baby Boomer.
"Jadi di tempat kami ada lonjakan nasabah dari anak-anak Gen Z yang signifikan. Karena mereka melek digital, akhirnya banyak yang nanya kemari terus mutusin bikin akun aktivasi tabungan emas. Mereka cerita kalau sebagian uang yang diberikan orang tuanya selalu disisihkan untuk ditabung dalam bentuk emas digital," ungkap Suryandari saat ditemui IDN Times awal Maret.
Suryandari, Manajer Bisnis Pegadaian Cabang Karangturi Semarang mencatat jumlah nasabah Gen Z Yang menabung emas beberapa bulan terakhir melonjak seiring masifnya informasi mengenai kemudahan menabung emas secara digital. Jumlah nasabah dari kalangan Gen Z juga bertambah karena dipengaruhi perilaku mereka yang cenderung melek digital ketimbang generasi Baby Boomer.
"Jadi di tempat kami ada lonjakan nasabah dari anak-anak Gen Z yang signifikan. Karena mereka melek digital, akhirnya banyak yang nanya kemari terus mutusin bikin akun aktivasi tabungan emas. Mereka cerita kalau sebagian uang yang diberikan orang tuanya selalu disisihkan untuk ditabung dalam bentuk emas digital," ungkap Suryandari saat ditemui IDN Times awal Maret.

IDN Times/Mardya Shakti
IDN Times/Mardya Shakti
Menabung emas secara digital juga lebih fleksibel dan murah. Karena dengan menabung Rp10 ribu sudah mendapatkan gramasi emas 0,01. Ia menjelaskan presentase nasabah Gen Z yang menabung emas digital mendominasi di Kantor cabang Pegadaian Karangturi ketimbang nasabah dari kalangan orang tua berumur 40 tahun ke atas Yang berkisar 20 persen.
Beberapa nasabah Gen Z yang datang ke Pegadaian Karangturi biasanya menceritakan bahwa niatnya menabung emas digital semata untuk membantu membayar kos-kosan. Namun tak jarang juga yang mengaku untuk sarana menambah uang jajan.
"Nasabah emas di sini paling banyak malah dari rentang usia 35 tahunan, 30 tahun ke bawah. Terus yang usia 40 tahunan ke atas sekitar 20 persen. Tentu ini menggembirakan soalnya layanan digital emas lebih gampang, murah dan tidak merepotkan," tuturnya.
Menabung emas secara digital juga lebih fleksibel dan murah. Karena dengan menabung Rp10 ribu sudah mendapatkan gramasi emas 0,01. Ia menjelaskan presentase nasabah Gen Z yang menabung emas digital mendominasi di Kantor cabang Pegadaian Karangturi ketimbang nasabah dari kalangan orang tua berumur 40 tahun ke atas Yang berkisar 20 persen.
Beberapa nasabah Gen Z yang datang ke Pegadaian Karangturi biasanya menceritakan bahwa niatnya menabung emas digital semata untuk membantu membayar kos-kosan. Namun tak jarang juga yang mengaku untuk sarana menambah uang jajan.
"Nasabah emas di sini paling banyak malah dari rentang usia 35 tahunan, 30 tahun ke bawah. Terus yang usia 40 tahunan ke atas sekitar 20 persen. Tentu ini menggembirakan soalnya layanan digital emas lebih gampang, murah dan tidak merepotkan," tuturnya.
Menabung emas secara digital juga lebih fleksibel dan murah. Karena dengan menabung Rp10 ribu sudah mendapatkan gramasi emas 0,01. Ia menjelaskan presentase nasabah Gen Z yang menabung emas digital mendominasi di Kantor cabang Pegadaian Karangturi ketimbang nasabah dari kalangan orang tua berumur 40 tahun ke atas Yang berkisar 20 persen.
Beberapa nasabah Gen Z yang datang ke Pegadaian Karangturi biasanya menceritakan bahwa niatnya menabung emas digital semata untuk membantu membayar kos-kosan. Namun tak jarang juga yang mengaku untuk sarana menambah uang jajan.
"Nasabah emas di sini paling banyak malah dari rentang usia 35 tahunan, 30 tahun ke bawah. Terus yang usia 40 tahunan ke atas sekitar 20 persen. Tentu ini menggembirakan soalnya layanan digital emas lebih gampang, murah dan tidak merepotkan," tuturnya.
Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat yakin bila momentum Ramadan dan menjelang Lebaran dapat mendorong peningkatan transaksi investasi emas sekaligus memperluas basis pengguna layanan digital. Selain itu, ia menyampaikan tren investasi emas di wilayah Jawa Tengah dan DIY menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ia mencatat bahwa selama tanggal 1–6 Maret 2026, volume transaksi cicil emas dan tabungan emas mengalami peningkatan signifikan.
“Dalam enam hari pertama bulan Maret, tercatat penambahan volume investasi emas sekitar 5,7 kilogram di wilayah Jateng dan DIY. Ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat,” ujarnya.
Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat yakin bila momentum Ramadan dan menjelang Lebaran dapat mendorong peningkatan transaksi investasi emas sekaligus memperluas basis pengguna layanan digital. Selain itu, ia menyampaikan tren investasi emas di wilayah Jawa Tengah dan DIY menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ia mencatat bahwa selama tanggal 1–6 Maret 2026, volume transaksi cicil emas dan tabungan emas mengalami peningkatan signifikan.
“Dalam enam hari pertama bulan Maret, tercatat penambahan volume investasi emas sekitar 5,7 kilogram di wilayah Jateng dan DIY. Ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat,” ujarnya.
Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat yakin bila momentum Ramadan dan menjelang Lebaran dapat mendorong peningkatan transaksi investasi emas sekaligus memperluas basis pengguna layanan digital. Selain itu, ia menyampaikan tren investasi emas di wilayah Jawa Tengah dan DIY menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ia mencatat bahwa selama tanggal 1–6 Maret 2026, volume transaksi cicil emas dan tabungan emas mengalami peningkatan signifikan.
“Dalam enam hari pertama bulan Maret, tercatat penambahan volume investasi emas sekitar 5,7 kilogram di wilayah Jateng dan DIY. Ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat,” ujarnya.

Program Mudik Gratis Pegadaian Semarang dengan syarat menabung emas (IDN Times/Fariz Fardianto)
Program Mudik Gratis Pegadaian Semarang dengan syarat menabung emas (IDN Times/Fariz Fardianto)
Sedangkan, Deputy Operasional Pegadaian Kanwil XI Semarang, Ali Mustaat menuturkan pihaknya mulai mengarahkan strategi pengembangan nasabah dari kelompok Gen Z lantaran memiliki potensi besar sebagai investor masa depan. Melalui aplikasi Tring, masyarakat kini dapat memulai investasi emas dengan nominal yang relatif terjangkau.
“Melalui platform digital kami, masyarakat bisa menabung emas mulai dari Rp10 ribu. Ini tentunya membuka akses investasi yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda,” tutur Ali dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (9/3/2026).
Sedangkan, Deputy Operasional Pegadaian Kanwil XI Semarang, Ali Mustaat menuturkan pihaknya mulai mengarahkan strategi pengembangan nasabah dari kelompok Gen Z lantaran memiliki potensi besar sebagai investor masa depan. Melalui aplikasi Tring, masyarakat kini dapat memulai investasi emas dengan nominal yang relatif terjangkau.
“Melalui platform digital kami, masyarakat bisa menabung emas mulai dari Rp10 ribu. Ini tentunya membuka akses investasi yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda,” tutur Ali dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (9/3/2026).
Sedangkan, Deputy Operasional Pegadaian Kanwil XI Semarang, Ali Mustaat menuturkan pihaknya mulai mengarahkan strategi pengembangan nasabah dari kelompok Gen Z lantaran memiliki potensi besar sebagai investor masa depan. Melalui aplikasi Tring, masyarakat kini dapat memulai investasi emas dengan nominal yang relatif terjangkau.
“Melalui platform digital kami, masyarakat bisa menabung emas mulai dari Rp10 ribu. Ini tentunya membuka akses investasi yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda,” tutur Ali dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (9/3/2026).
Ali mengatakan bahwa, kegiatan selama Ramadan dirancang sebagai platform edukasi finansial yang dikemas format hiburan untuk menjangkau segmen Gen Z. Menurutnya, Pegadaian melihat potensi pertumbuhan investor emas ritel yang masih sangat besar, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melindungi nilai aset dari inflasi.
"Emas merupakan instrumen lindung nilai yang relatif stabil. Walaupun bukan investasi yang memberikan keuntungan instan, emas mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ali mengatakan bahwa, kegiatan selama Ramadan dirancang sebagai platform edukasi finansial yang dikemas format hiburan untuk menjangkau segmen Gen Z. Menurutnya, Pegadaian melihat potensi pertumbuhan investor emas ritel yang masih sangat besar, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melindungi nilai aset dari inflasi.
"Emas merupakan instrumen lindung nilai yang relatif stabil. Walaupun bukan investasi yang memberikan keuntungan instan, emas mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ali mengatakan bahwa, kegiatan selama Ramadan dirancang sebagai platform edukasi finansial yang dikemas format hiburan untuk menjangkau segmen Gen Z. Menurutnya, Pegadaian melihat potensi pertumbuhan investor emas ritel yang masih sangat besar, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melindungi nilai aset dari inflasi.
"Emas merupakan instrumen lindung nilai yang relatif stabil. Walaupun bukan investasi yang memberikan keuntungan instan, emas mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Langkah investasi dimulai dari sekarang menjadi modal penting menghadapi masa tua dan saat pensiun. Sejumlah masyarakat pun sudah memikirkan tabungan masa depan agar nanti ketika sudah tak lagi produktif tetap memiliki simpanan. Salah satu investasi yang banyak dipilih untuk mengamankan aset dan harta adalah menabung emas.
Selain karena emas masih diyakini jadi investasi paling aman atau safe haven, emas juga lebih mudah untuk diperjual belikan. Apalagi saat ini, investasi emas makin berkembang. Masyarakat tak perlu repot membeli emas fisik, mengikuti zaman dan teknologi, menabung dan membeli emas sudah bisa dilakukan secara digital melalui berbagai platform maupun perusahaan milik negara.
Langkah investasi dimulai dari sekarang menjadi modal penting menghadapi masa tua dan saat pensiun. Sejumlah masyarakat pun sudah memikirkan tabungan masa depan agar nanti ketika sudah tak lagi produktif tetap memiliki simpanan. Salah satu investasi yang banyak dipilih untuk mengamankan aset dan harta adalah menabung emas.
Selain karena emas masih diyakini jadi investasi paling aman atau safe haven, emas juga lebih mudah untuk diperjual belikan. Apalagi saat ini, investasi emas makin berkembang. Masyarakat tak perlu repot membeli emas fisik, mengikuti zaman dan teknologi, menabung dan membeli emas sudah bisa dilakukan secara digital melalui berbagai platform maupun perusahaan milik negara.
Langkah investasi dimulai dari sekarang menjadi modal penting menghadapi masa tua dan saat pensiun. Sejumlah masyarakat pun sudah memikirkan tabungan masa depan agar nanti ketika sudah tak lagi produktif tetap memiliki simpanan. Salah satu investasi yang banyak dipilih untuk mengamankan aset dan harta adalah menabung emas.
Selain karena emas masih diyakini jadi investasi paling aman atau safe haven, emas juga lebih mudah untuk diperjual belikan. Apalagi saat ini, investasi emas makin berkembang. Masyarakat tak perlu repot membeli emas fisik, mengikuti zaman dan teknologi, menabung dan membeli emas sudah bisa dilakukan secara digital melalui berbagai platform maupun perusahaan milik negara.

IDN Times/Mardya Shakti
IDN Times/Mardya Shakti
Menabung emas digital atau cara konvensional?
Menabung emas digital atau cara konvensional?
Menabung emas digital atau cara konvensional?
Di balik pengembangan digitalisasi dan ekosistem tabungan emas yang makin maju, masih banyak yang tak ingin melakukan investasi emas secara digital. Alasan utamanya karena masih kurang kepercayaan terhadap sistem digital.
Salah satu warga dari Palembang Anggun Rizqillah misalnya, ia mengaku masih khawatir membeli emas secara digital dari aplikasi maupun berbagai platform. Bahkan ia juga belum siap menabung emas digital dari perusahaan pelat merah. Selain karena ada rasa puas membeli emas fisik, pembelian emas digital dinilainya memiliki risiko dan masih dala fase krisis kepercayaan.
"Saya ada rasa takut, rasanya masih ada risiko untuk investasi emas secara digital. Sampai sekarang saya masih prefer menabung emas fisik," kata Anggun.
Di balik pengembangan digitalisasi dan ekosistem tabungan emas yang makin maju, masih banyak yang tak ingin melakukan investasi emas secara digital. Alasan utamanya karena masih kurang kepercayaan terhadap sistem digital.
Salah satu warga dari Palembang Anggun Rizqillah misalnya, ia mengaku masih khawatir membeli emas secara digital dari aplikasi maupun berbagai platform. Bahkan ia juga belum siap menabung emas digital dari perusahaan pelat merah. Selain karena ada rasa puas membeli emas fisik, pembelian emas digital dinilainya memiliki risiko dan masih dala fase krisis kepercayaan.
"Saya ada rasa takut, rasanya masih ada risiko untuk investasi emas secara digital. Sampai sekarang saya masih prefer menabung emas fisik," kata Anggun.
Di balik pengembangan digitalisasi dan ekosistem tabungan emas yang makin maju, masih banyak yang tak ingin melakukan investasi emas secara digital. Alasan utamanya karena masih kurang kepercayaan terhadap sistem digital.
Salah satu warga dari Palembang Anggun Rizqillah misalnya, ia mengaku masih khawatir membeli emas secara digital dari aplikasi maupun berbagai platform. Bahkan ia juga belum siap menabung emas digital dari perusahaan pelat merah. Selain karena ada rasa puas membeli emas fisik, pembelian emas digital dinilainya memiliki risiko dan masih dala fase krisis kepercayaan.
"Saya ada rasa takut, rasanya masih ada risiko untuk investasi emas secara digital. Sampai sekarang saya masih prefer menabung emas fisik," kata Anggun.
"Saya ada rasa takut, rasanya masih ada risiko untuk investasi emas secara digital. Sampai sekarang saya masih prefer menabung emas fisik," kata Anggun.
"Saya ada rasa takut, rasanya masih ada risiko untuk investasi emas secara digital. Sampai sekarang saya masih prefer menabung emas fisik," kata Anggun.
Anggun yang merupakan pekerja swasta dan sudah menikah, menyebut investasi emas harus rutin dilakukan. Ia dan suami bahkan sengaja memisahkan uang dan dana khusus pembelian emas. Ia menarget tiap bulan bisa menabung emas fisik, emas batangan ukuran minimal 1 gram.
"Nabung emas sejak tahun 2022, tertarik karena investasi emas rasanya aman dan nasihat dari orangtua juga. Modal awal (investasi emas), saya tidak ada patokan, saya investasi emas rutin biasanya 1 gram per bulan. Karena kan emas harganya berubah-ubah, tapi yang jelas saya pisahkan Rp1-4 juta sesuai uang yang saya memiliki untuk beli emas," jelas perempuan kelahiran Juli 1993 ini.
Anggun yang merupakan pekerja swasta dan sudah menikah, menyebut investasi emas harus rutin dilakukan. Ia dan suami bahkan sengaja memisahkan uang dan dana khusus pembelian emas. Ia menarget tiap bulan bisa menabung emas fisik, emas batangan ukuran minimal 1 gram.
"Nabung emas sejak tahun 2022, tertarik karena investasi emas rasanya aman dan nasihat dari orangtua juga. Modal awal (investasi emas), saya tidak ada patokan, saya investasi emas rutin biasanya 1 gram per bulan. Karena kan emas harganya berubah-ubah, tapi yang jelas saya pisahkan Rp1-4 juta sesuai uang yang saya memiliki untuk beli emas," jelas perempuan kelahiran Juli 1993 ini.
Anggun yang merupakan pekerja swasta dan sudah menikah, menyebut investasi emas harus rutin dilakukan. Ia dan suami bahkan sengaja memisahkan uang dan dana khusus pembelian emas. Ia menarget tiap bulan bisa menabung emas fisik, emas batangan ukuran minimal 1 gram.
"Nabung emas sejak tahun 2022, tertarik karena investasi emas rasanya aman dan nasihat dari orangtua juga. Modal awal (investasi emas), saya tidak ada patokan, saya investasi emas rutin biasanya 1 gram per bulan. Karena kan emas harganya berubah-ubah, tapi yang jelas saya pisahkan Rp1-4 juta sesuai uang yang saya memiliki untuk beli emas," jelas perempuan kelahiran Juli 1993 ini.

Salah satu emas PT Antam (IDN Times/Doni Hermawan)
Salah satu emas PT Antam (IDN Times/Doni Hermawan)
Lebih lanjut katanya, selain aman, emas juga tidak berdampak pada inflasi. Emas kata dia jadi bentuk pengamanan aset paling tepat. Namun paling penting yang harus jadi catatan, investasi emas ditarget untuk jangka panjang. "Saya ingin masa pensiun tidak merepotkan orang lain. Sebagai seorang istri dan sudah menikah, kebutuhan investasi emas sudah saya pikirkan dengan suami. BIisanya pakai uang dingin, kami budget untuk tabungan masa depan kami," ujarnya.
Mengaku hanya tertarik investasi emas, Anggun menyampaikan dalam waktu dekat belum ada keinginan mengalihkan keuangannya dalam bentuk investasi lain seperti saham ataupun kripto. Sebab katanya, investasi tersebut lebih berisiko ketimbang emas dan harus dipelajari dengan benar.
Lebih lanjut katanya, selain aman, emas juga tidak berdampak pada inflasi. Emas kata dia jadi bentuk pengamanan aset paling tepat. Namun paling penting yang harus jadi catatan, investasi emas ditarget untuk jangka panjang. "Saya ingin masa pensiun tidak merepotkan orang lain. Sebagai seorang istri dan sudah menikah, kebutuhan investasi emas sudah saya pikirkan dengan suami. BIisanya pakai uang dingin, kami budget untuk tabungan masa depan kami," ujarnya.
Mengaku hanya tertarik investasi emas, Anggun menyampaikan dalam waktu dekat belum ada keinginan mengalihkan keuangannya dalam bentuk investasi lain seperti saham ataupun kripto. Sebab katanya, investasi tersebut lebih berisiko ketimbang emas dan harus dipelajari dengan benar.
Lebih lanjut katanya, selain aman, emas juga tidak berdampak pada inflasi. Emas kata dia jadi bentuk pengamanan aset paling tepat. Namun paling penting yang harus jadi catatan, investasi emas ditarget untuk jangka panjang. "Saya ingin masa pensiun tidak merepotkan orang lain. Sebagai seorang istri dan sudah menikah, kebutuhan investasi emas sudah saya pikirkan dengan suami. BIisanya pakai uang dingin, kami budget untuk tabungan masa depan kami," ujarnya.
Mengaku hanya tertarik investasi emas, Anggun menyampaikan dalam waktu dekat belum ada keinginan mengalihkan keuangannya dalam bentuk investasi lain seperti saham ataupun kripto. Sebab katanya, investasi tersebut lebih berisiko ketimbang emas dan harus dipelajari dengan benar.
Tak hanya Anggun, menurut Briggitha Aisyah Anazda, sebagai seorang gen Z, dia sudah paham tentang investasi emas. Perempuan yang akrab disapa Gita ini pun telah banyak mencari tahu tentang tabungan emas. Bahkan literasi soal investasi emas terbilang sudah cukup ia kuasai. Gita yang lahir tahun 2000an ini dengan sadar selalu memisahkan pendapatan bulanannya hanya untuk emas. Ia memiliki prioritas dana khusus untuk emas. Namun kata dia, hingga saat ini masih fokus menabung emas secara fisik. Ada uang, ada barang, ucapnya.
Ia setia menabung emas fisik dengan sistem cicil atau menabung dengan tenor. Gita membeli emas fisik secara angsuran tiga bulan. Dia memilih waktu paling singkat agar cicilan cepat lunas dan emas makin cepat juga di tangan. "Yang jelas beli emas untuk investasi jangka panjang, tabunglah maksimal selagi muda dan ada uangnya," kata Gita.
Tak hanya Anggun, menurut Briggitha Aisyah Anazda, sebagai seorang gen Z, dia sudah paham tentang investasi emas. Perempuan yang akrab disapa Gita ini pun telah banyak mencari tahu tentang tabungan emas. Bahkan literasi soal investasi emas terbilang sudah cukup ia kuasai. Gita yang lahir tahun 2000an ini dengan sadar selalu memisahkan pendapatan bulanannya hanya untuk emas. Ia memiliki prioritas dana khusus untuk emas. Namun kata dia, hingga saat ini masih fokus menabung emas secara fisik. Ada uang, ada barang, ucapnya.
Ia setia menabung emas fisik dengan sistem cicil atau menabung dengan tenor. Gita membeli emas fisik secara angsuran tiga bulan. Dia memilih waktu paling singkat agar cicilan cepat lunas dan emas makin cepat juga di tangan. "Yang jelas beli emas untuk investasi jangka panjang, tabunglah maksimal selagi muda dan ada uangnya," kata Gita.
Tak hanya Anggun, menurut Briggitha Aisyah Anazda, sebagai seorang gen Z, dia sudah paham tentang investasi emas. Perempuan yang akrab disapa Gita ini pun telah banyak mencari tahu tentang tabungan emas. Bahkan literasi soal investasi emas terbilang sudah cukup ia kuasai. Gita yang lahir tahun 2000an ini dengan sadar selalu memisahkan pendapatan bulanannya hanya untuk emas. Ia memiliki prioritas dana khusus untuk emas. Namun kata dia, hingga saat ini masih fokus menabung emas secara fisik. Ada uang, ada barang, ucapnya.
Ia setia menabung emas fisik dengan sistem cicil atau menabung dengan tenor. Gita membeli emas fisik secara angsuran tiga bulan. Dia memilih waktu paling singkat agar cicilan cepat lunas dan emas makin cepat juga di tangan. "Yang jelas beli emas untuk investasi jangka panjang, tabunglah maksimal selagi muda dan ada uangnya," kata Gita.

Karyawan BSI menunjukkan emas Antam (IDN Times/Doni Hermawan)
Karyawan BSI menunjukkan emas Antam (IDN Times/Doni Hermawan)
Paham Literasi atau Sekadar Fomo
Paham Literasi atau Sekadar Fomo
Paham Literasi atau Sekadar Fomo
Masih lebih banyak Gen Z belu menasarkan pertimbangannya sesuai pertimbangan rasional finansial yang cukup baik sehingga lebih banyak akan berpotensi misleading atas keputusan yang diambil," kata Ekonom Marsuki
Masih lebih banyak Gen Z belu menasarkan pertimbangannya sesuai pertimbangan rasional finansial yang cukup baik sehingga lebih banyak akan berpotensi misleading atas keputusan yang diambil," kata Ekonom Marsuki
Tren investasi emas di kalangan generasi Z ini mencerminkan perubahan perilaku generasi muda dalam mengelola keuangan, meski masih diiringi sejumlah catatan terkait literasi finansial. Pakar Ekonomi Marsuki dari Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki DEA, menyebut peningkatan minat investasi emas di kalangan Gen Z menunjukkan adanya perubahan perilaku. Generasi muda mulai memiliki kesadaran dalam mengelola aset keuangan dengan cara yang lebih beragam.
"Adanya peningkatan tren minat investasi emas dikalangan Gen Z mengindikasikan perilaku mereka yang semakin baik, karena sudah mulai mengenal ada secara lain yang lebih baik dalam mengelola aset keuangannya," kata Marsuki, Rabu (25/3/2026).
Tren investasi emas di kalangan generasi Z ini mencerminkan perubahan perilaku generasi muda dalam mengelola keuangan, meski masih diiringi sejumlah catatan terkait literasi finansial. Pakar Ekonomi Marsuki dari Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki DEA, menyebut peningkatan minat investasi emas di kalangan Gen Z menunjukkan adanya perubahan perilaku. Generasi muda mulai memiliki kesadaran dalam mengelola aset keuangan dengan cara yang lebih beragam.
"Adanya peningkatan tren minat investasi emas dikalangan Gen Z mengindikasikan perilaku mereka yang semakin baik, karena sudah mulai mengenal ada secara lain yang lebih baik dalam mengelola aset keuangannya," kata Marsuki, Rabu (25/3/2026).
Tren investasi emas di kalangan generasi Z ini mencerminkan perubahan perilaku generasi muda dalam mengelola keuangan, meski masih diiringi sejumlah catatan terkait literasi finansial. Pakar Ekonomi Marsuki dari Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki DEA, menyebut peningkatan minat investasi emas di kalangan Gen Z menunjukkan adanya perubahan perilaku. Generasi muda mulai memiliki kesadaran dalam mengelola aset keuangan dengan cara yang lebih beragam.
"Adanya peningkatan tren minat investasi emas dikalangan Gen Z mengindikasikan perilaku mereka yang semakin baik, karena sudah mulai mengenal ada secara lain yang lebih baik dalam mengelola aset keuangannya," kata Marsuki, Rabu (25/3/2026).
Dia menjelaskan perubahan ini tidak lepas dari pergeseran cara pandang generasi muda terhadap emas. Jika sebelumnya emas identik dengan gaya hidup generasi lebih tua, maka kini mulai dilihat sebagai instrumen investasi yang relevan bagi anak muda.
Selain itu, kemajuan digitalisasi di sektor keuangan turut mendorong tren ini. Akses terhadap investasi emas semakin mudah, termasuk melalui skema tabungan dengan nominal kecil yang bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial. "Sekarang dengan adanya kemajuan digitalisasi di sektor keuangan, simpanan dalam bentuk emas mereka dapat dipecah dalam nilai kecil sesuai kemampuannya yang bisa dilakukan setiap waktu," katanya.
Dia menjelaskan perubahan ini tidak lepas dari pergeseran cara pandang generasi muda terhadap emas. Jika sebelumnya emas identik dengan gaya hidup generasi lebih tua, maka kini mulai dilihat sebagai instrumen investasi yang relevan bagi anak muda.
Selain itu, kemajuan digitalisasi di sektor keuangan turut mendorong tren ini. Akses terhadap investasi emas semakin mudah, termasuk melalui skema tabungan dengan nominal kecil yang bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial. "Sekarang dengan adanya kemajuan digitalisasi di sektor keuangan, simpanan dalam bentuk emas mereka dapat dipecah dalam nilai kecil sesuai kemampuannya yang bisa dilakukan setiap waktu," katanya.
Dia menjelaskan perubahan ini tidak lepas dari pergeseran cara pandang generasi muda terhadap emas. Jika sebelumnya emas identik dengan gaya hidup generasi lebih tua, maka kini mulai dilihat sebagai instrumen investasi yang relevan bagi anak muda.
Selain itu, kemajuan digitalisasi di sektor keuangan turut mendorong tren ini. Akses terhadap investasi emas semakin mudah, termasuk melalui skema tabungan dengan nominal kecil yang bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial. "Sekarang dengan adanya kemajuan digitalisasi di sektor keuangan, simpanan dalam bentuk emas mereka dapat dipecah dalam nilai kecil sesuai kemampuannya yang bisa dilakukan setiap waktu," katanya.
Di sisi lain, Marsuki menilai peran media sosial turut memengaruhi meningkatnya minat tersebut. Konten yang menampilkan gaya hidup investasi, termasuk emas, dinilai cukup efektif menarik perhatian generasi muda. Namun, Marsuki mengingatkan belum semua keputusan investasi yang diambil Gen Z didasarkan pada pertimbangan rasional. Tingkat kematangan dalam menilai risiko dan manfaat masih belum merata di kalangan generasi muda.
"Masih lebih banyak Gen Z belum mendasarkan pertimbangannya sesuai pertimbangan rasional finansial yang cukup baik sehingga lebih banyak akan berpotensi misleading atas keputusan yang diambil," katanya.
Di sisi lain, Marsuki menilai peran media sosial turut memengaruhi meningkatnya minat tersebut. Konten yang menampilkan gaya hidup investasi, termasuk emas, dinilai cukup efektif menarik perhatian generasi muda. Namun, Marsuki mengingatkan belum semua keputusan investasi yang diambil Gen Z didasarkan pada pertimbangan rasional. Tingkat kematangan dalam menilai risiko dan manfaat masih belum merata di kalangan generasi muda.
"Masih lebih banyak Gen Z belum mendasarkan pertimbangannya sesuai pertimbangan rasional finansial yang cukup baik sehingga lebih banyak akan berpotensi misleading atas keputusan yang diambil," katanya.
Di sisi lain, Marsuki menilai peran media sosial turut memengaruhi meningkatnya minat tersebut. Konten yang menampilkan gaya hidup investasi, termasuk emas, dinilai cukup efektif menarik perhatian generasi muda. Namun, Marsuki mengingatkan belum semua keputusan investasi yang diambil Gen Z didasarkan pada pertimbangan rasional. Tingkat kematangan dalam menilai risiko dan manfaat masih belum merata di kalangan generasi muda.
"Masih lebih banyak Gen Z belum mendasarkan pertimbangannya sesuai pertimbangan rasional finansial yang cukup baik sehingga lebih banyak akan berpotensi misleading atas keputusan yang diambil," katanya.
Menurutnya, kondisi ini dapat memicu kesalahpahaman, terutama jika emas dianggap sebagai instrumen yang mampu memberikan keuntungan dalam waktu singkat. Padahal, emas lebih berfungsi sebagai lindung nilai untuk jangka menengah hingga panjang.
Marsuki juga menyoroti potensi turunnya kepercayaan generasi muda terhadap investasi jika ekspektasi tidak sesuai dengan realitas. Dia menyinggung pengalaman pada instrumen lain seperti cryptocurrency yang sempat memicu euforia, namun berujung kekecewaan bagi sebagian investor pemula.
Menurutnya, kondisi ini dapat memicu kesalahpahaman, terutama jika emas dianggap sebagai instrumen yang mampu memberikan keuntungan dalam waktu singkat. Padahal, emas lebih berfungsi sebagai lindung nilai untuk jangka menengah hingga panjang.
Marsuki juga menyoroti potensi turunnya kepercayaan generasi muda terhadap investasi jika ekspektasi tidak sesuai dengan realitas. Dia menyinggung pengalaman pada instrumen lain seperti cryptocurrency yang sempat memicu euforia, namun berujung kekecewaan bagi sebagian investor pemula.
Menurutnya, kondisi ini dapat memicu kesalahpahaman, terutama jika emas dianggap sebagai instrumen yang mampu memberikan keuntungan dalam waktu singkat. Padahal, emas lebih berfungsi sebagai lindung nilai untuk jangka menengah hingga panjang.
Marsuki juga menyoroti potensi turunnya kepercayaan generasi muda terhadap investasi jika ekspektasi tidak sesuai dengan realitas. Dia menyinggung pengalaman pada instrumen lain seperti cryptocurrency yang sempat memicu euforia, namun berujung kekecewaan bagi sebagian investor pemula.
Secara umum, dia menilai pengelolaan keuangan Gen Z masih belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber pendapatan serta pemahaman yang belum merata terkait investasi digital. Karena itu, Marsuki menekankan perlunya penguatan literasi keuangan yang lebih luas oleh otoritas dan lembaga pendidikan. Langkah ini dinilainya mendukung emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang strategis bagi masyarakat.
"Karena jika tidak, maka ada potensi kesalahpahaman bagi Gen Z yang bisa merugikan mereka nantinya sehingga mengurangi tingkat kepercayaan mereka, seperti kasus Crypto," kata Marsuki
Secara umum, dia menilai pengelolaan keuangan Gen Z masih belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber pendapatan serta pemahaman yang belum merata terkait investasi digital. Karena itu, Marsuki menekankan perlunya penguatan literasi keuangan yang lebih luas oleh otoritas dan lembaga pendidikan. Langkah ini dinilainya mendukung emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang strategis bagi masyarakat.
"Karena jika tidak, maka ada potensi kesalahpahaman bagi Gen Z yang bisa merugikan mereka nantinya sehingga mengurangi tingkat kepercayaan mereka, seperti kasus Crypto," kata Marsuki
Secara umum, dia menilai pengelolaan keuangan Gen Z masih belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber pendapatan serta pemahaman yang belum merata terkait investasi digital. Karena itu, Marsuki menekankan perlunya penguatan literasi keuangan yang lebih luas oleh otoritas dan lembaga pendidikan. Langkah ini dinilainya mendukung emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang strategis bagi masyarakat.
"Karena jika tidak, maka ada potensi kesalahpahaman bagi Gen Z yang bisa merugikan mereka nantinya sehingga mengurangi tingkat kepercayaan mereka, seperti kasus Crypto," kata Marsuki
Utamanya, kondisi ini dipengaruhi oleh cara pandang sebagian Gen Z terhadap investasi emas yang dianggap mudah dijalankan. Emas juga kerap dipersepsikan mampu memberi keuntungan instan dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan minggu. "Padahal fungsi utama emas adalah investasi lindung nilai (hedging) jangka menengah-panjang," katanya.
Secara umum, dia menilai perilaku pengelolaan keuangan Gen Z masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber pendapatan yang belum stabil serta pemahaman terkait investasi digital yang masih terbatas.
Selain itu literasi investasi keuangan digital dari otoritas terkait masih belum merata. Keterlibatan lembaga lain, termasuk institusi pendidikan di tingkat SMA dan perguruan tinggi, juga masih terbatas. "Hal ini sangat penting kedepannya dilakukan, karena Gen Z inilah yang banyak nantinya terlibat dalam aktivitas investasi digital tersebut, sehingga mereka tidak terjebak dalam ilusi investasi yang spekulatif yang merugikan," katanya.
Utamanya, kondisi ini dipengaruhi oleh cara pandang sebagian Gen Z terhadap investasi emas yang dianggap mudah dijalankan. Emas juga kerap dipersepsikan mampu memberi keuntungan instan dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan minggu. "Padahal fungsi utama emas adalah investasi lindung nilai (hedging) jangka menengah-panjang," katanya.
Secara umum, dia menilai perilaku pengelolaan keuangan Gen Z masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber pendapatan yang belum stabil serta pemahaman terkait investasi digital yang masih terbatas.
Selain itu literasi investasi keuangan digital dari otoritas terkait masih belum merata. Keterlibatan lembaga lain, termasuk institusi pendidikan di tingkat SMA dan perguruan tinggi, juga masih terbatas. "Hal ini sangat penting kedepannya dilakukan, karena Gen Z inilah yang banyak nantinya terlibat dalam aktivitas investasi digital tersebut, sehingga mereka tidak terjebak dalam ilusi investasi yang spekulatif yang merugikan," katanya.
Utamanya, kondisi ini dipengaruhi oleh cara pandang sebagian Gen Z terhadap investasi emas yang dianggap mudah dijalankan. Emas juga kerap dipersepsikan mampu memberi keuntungan instan dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan minggu. "Padahal fungsi utama emas adalah investasi lindung nilai (hedging) jangka menengah-panjang," katanya.
Secara umum, dia menilai perilaku pengelolaan keuangan Gen Z masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber pendapatan yang belum stabil serta pemahaman terkait investasi digital yang masih terbatas.
Selain itu literasi investasi keuangan digital dari otoritas terkait masih belum merata. Keterlibatan lembaga lain, termasuk institusi pendidikan di tingkat SMA dan perguruan tinggi, juga masih terbatas. "Hal ini sangat penting kedepannya dilakukan, karena Gen Z inilah yang banyak nantinya terlibat dalam aktivitas investasi digital tersebut, sehingga mereka tidak terjebak dalam ilusi investasi yang spekulatif yang merugikan," katanya.

IDN Times/Mardya Shakti
IDN Times/Mardya Shakti
Pengaruh Influencer dengan konten-konten edukasi investasi
Pengaruh Influencer dengan konten-konten edukasi investasi
Pengaruh Influencer dengan konten-konten edukasi investasi
Tren investasi emas juga tak dipungkiri ada pengaruh dari maraknya influencer yang membuat konten soal investasi. Iqbal mengakui meski awalnya pengaruh dari teman, ramainya konten soal investasi emas memantapkan hatinya untuk terus berinvestasi dan menggali lebih dalam pengetahuan soal eemas.
“Kalau untuk yang mempengaruhi, justru awalnya dari teman-teman yang mengajak untuk mencoba menabung emas di online. Tapi, semakin kesini ya sering lihat-lihat juga influencer jadi lebih meyakinkan dan konten edukasinya terkait menabung emas ini,” sambungnya.
Tren investasi emas juga tak dipungkiri ada pengaruh dari maraknya influencer yang membuat konten soal investasi. Iqbal mengakui meski awalnya pengaruh dari teman, ramainya konten soal investasi emas memantapkan hatinya untuk terus berinvestasi dan menggali lebih dalam pengetahuan soal eemas.
“Kalau untuk yang mempengaruhi, justru awalnya dari teman-teman yang mengajak untuk mencoba menabung emas di online. Tapi, semakin kesini ya sering lihat-lihat juga influencer jadi lebih meyakinkan dan konten edukasinya terkait menabung emas ini,” sambungnya.
Tren investasi emas juga tak dipungkiri ada pengaruh dari maraknya influencer yang membuat konten soal investasi. Iqbal mengakui meski awalnya pengaruh dari teman, ramainya konten soal investasi emas memantapkan hatinya untuk terus berinvestasi dan menggali lebih dalam pengetahuan soal eemas.
“Kalau untuk yang mempengaruhi, justru awalnya dari teman-teman yang mengajak untuk mencoba menabung emas di online. Tapi, semakin kesini ya sering lihat-lihat juga influencer jadi lebih meyakinkan dan konten edukasinya terkait menabung emas ini,” sambungnya.
"Anak muda harus paham cara mengatur uang—uang masuk, uang keluar, dan sisa. Aku berharap generasi muda lebih melek keuangan karena ini bisa memutus financial anxiety atau kecemasan keuangan, juga bisa terhindar dari FOMO, YOLO, POPO,” ucap Influencer Safidewii
"Anak muda harus paham cara mengatur uang—uang masuk, uang keluar, dan sisa. Aku berharap generasi muda lebih melek keuangan karena ini bisa memutus financial anxiety atau kecemasan keuangan, juga bisa terhindar dari FOMO, YOLO, POPO,” ucap Influencer Safidewii
Dewi Safitri salah satu influencer asal Bandung. Perempuan dengan akun Safidewii itu dikenal dengan konten edukasi investasi. Salah satu yang populer adalah emas.
Salah satu konten viral dari Safidewii adalah soal cicil emas syariah. Konten ini menuai pro dan kontra. “Ada yang bilang belum sesuai syariah, ada yang bilang sudah ada fatwa MUI. Konten itu dalam 24 jam bisa ratusan ribu views. Selain itu, konten soal beli emas online juga ramai. Karena dalam syariah ada konsep yad dan bi yadin, jadi harus jelas akadnya. Banyak yang akhirnya merasa terbantu. Bahkan ada yang komentar ‘Akhirnya bisa tidur’,” kata Safidewii.
Dewi Safitri salah satu influencer asal Bandung. Perempuan dengan akun Safidewii itu dikenal dengan konten edukasi investasi. Salah satu yang populer adalah emas.
Salah satu konten viral dari Safidewii adalah soal cicil emas syariah. Konten ini menuai pro dan kontra. “Ada yang bilang belum sesuai syariah, ada yang bilang sudah ada fatwa MUI. Konten itu dalam 24 jam bisa ratusan ribu views. Selain itu, konten soal beli emas online juga ramai. Karena dalam syariah ada konsep yad dan bi yadin, jadi harus jelas akadnya. Banyak yang akhirnya merasa terbantu. Bahkan ada yang komentar ‘Akhirnya bisa tidur’,” kata Safidewii.
Dewi Safitri salah satu influencer asal Bandung. Perempuan dengan akun Safidewii itu dikenal dengan konten edukasi investasi. Salah satu yang populer adalah emas.
Salah satu konten viral dari Safidewii adalah soal cicil emas syariah. Konten ini menuai pro dan kontra. “Ada yang bilang belum sesuai syariah, ada yang bilang sudah ada fatwa MUI. Konten itu dalam 24 jam bisa ratusan ribu views. Selain itu, konten soal beli emas online juga ramai. Karena dalam syariah ada konsep yad dan bi yadin, jadi harus jelas akadnya. Banyak yang akhirnya merasa terbantu. Bahkan ada yang komentar ‘Akhirnya bisa tidur’,” kata Safidewii.

Safidewii influencer investasi (dok.pribadi)
Safidewii influencer investasi (dok.pribadi)
Ia tak memungkiri minat terhadap investasi emas sangat tinggi saat ini. Apalagi melihat lonjakan harga emas. “Untuk minat investasi di emas ya, yang aku lihat dari baik audiens aku maupun klien-klien aku, memang naik secara signifikan. Kayak kalau misal dilihat tuh memang orang berbondong-bondong beli emas fisik maupun sekarang kan ada tren emas digital. Jadi memang orang-orang tuh jadi lebih tertarik dan pengin tahu tentang investasi emas,” kata Safidewii.
“Apalagi kan ditambah dengan berita-berita saat ini yang center of view-nya ke emas untuk investasi. Jadi mungkin dari pertengahan 2025 sampai awal 2026 itu memang minat masyarakat Indonesia naik signifikan buat investasi emas. Jadi memang kerasa, gitu,” kata Safidewii.
Ia tak memungkiri minat terhadap investasi emas sangat tinggi saat ini. Apalagi melihat lonjakan harga emas. “Untuk minat investasi di emas ya, yang aku lihat dari baik audiens aku maupun klien-klien aku, memang naik secara signifikan. Kayak kalau misal dilihat tuh memang orang berbondong-bondong beli emas fisik maupun sekarang kan ada tren emas digital. Jadi memang orang-orang tuh jadi lebih tertarik dan pengin tahu tentang investasi emas,” kata Safidewii.
“Apalagi kan ditambah dengan berita-berita saat ini yang center of view-nya ke emas untuk investasi. Jadi mungkin dari pertengahan 2025 sampai awal 2026 itu memang minat masyarakat Indonesia naik signifikan buat investasi emas. Jadi memang kerasa, gitu,” kata Safidewii.
Ia tak memungkiri minat terhadap investasi emas sangat tinggi saat ini. Apalagi melihat lonjakan harga emas. “Untuk minat investasi di emas ya, yang aku lihat dari baik audiens aku maupun klien-klien aku, memang naik secara signifikan. Kayak kalau misal dilihat tuh memang orang berbondong-bondong beli emas fisik maupun sekarang kan ada tren emas digital. Jadi memang orang-orang tuh jadi lebih tertarik dan pengin tahu tentang investasi emas,” kata Safidewii.
“Apalagi kan ditambah dengan berita-berita saat ini yang center of view-nya ke emas untuk investasi. Jadi mungkin dari pertengahan 2025 sampai awal 2026 itu memang minat masyarakat Indonesia naik signifikan buat investasi emas. Jadi memang kerasa, gitu,” kata Safidewii.
Selain itu banyak juga yang pengin tahu soal investasi emas syariah. Respon yang didapatkan Safidewii sangat positif. Saat ini investasi yang benar sesuai aturan agama menjadi hal yang juga jadi pertimbangan sebelum memulai.
“Kebetulan kalau yang naik itu pasti yang bersinggungan sama investasi dan emas. Kalau investasi, pastilah orang pengin belajar, bahkan kalau uangnya belum ada. Tapi sekarang ke emas itu lebih naik juga. Ditambah orang-orang pengin tahu kenapa harga emas naik. Terus juga karena aku di syariah, jadi orang-orang pengin tahu dari versi syariahnya gimana. Jadi sekarang kita melihat harga emas naik, makanya orang banyak minat ke topik-topik itu. Jadi banyak responsnya,” katanya.
Selain itu banyak juga yang pengin tahu soal investasi emas syariah. Respon yang didapatkan Safidewii sangat positif. Saat ini investasi yang benar sesuai aturan agama menjadi hal yang juga jadi pertimbangan sebelum memulai.
“Kebetulan kalau yang naik itu pasti yang bersinggungan sama investasi dan emas. Kalau investasi, pastilah orang pengin belajar, bahkan kalau uangnya belum ada. Tapi sekarang ke emas itu lebih naik juga. Ditambah orang-orang pengin tahu kenapa harga emas naik. Terus juga karena aku di syariah, jadi orang-orang pengin tahu dari versi syariahnya gimana. Jadi sekarang kita melihat harga emas naik, makanya orang banyak minat ke topik-topik itu. Jadi banyak responsnya,” katanya.
Selain itu banyak juga yang pengin tahu soal investasi emas syariah. Respon yang didapatkan Safidewii sangat positif. Saat ini investasi yang benar sesuai aturan agama menjadi hal yang juga jadi pertimbangan sebelum memulai.
“Kebetulan kalau yang naik itu pasti yang bersinggungan sama investasi dan emas. Kalau investasi, pastilah orang pengin belajar, bahkan kalau uangnya belum ada. Tapi sekarang ke emas itu lebih naik juga. Ditambah orang-orang pengin tahu kenapa harga emas naik. Terus juga karena aku di syariah, jadi orang-orang pengin tahu dari versi syariahnya gimana. Jadi sekarang kita melihat harga emas naik, makanya orang banyak minat ke topik-topik itu. Jadi banyak responsnya,” katanya.

IDN Times/Mardyaa Shakti
IDN Times/Mardyaa Shakti
Safidewii mengakui mendapat banyak respon di akun media sosialnya. Mereka bahkan saling berdiskusi.
“Kalau respons audiens itu macam-macam. Ada yang pengen tambah belajar, tapi ada juga yang bikin diskusi di kolom komentar. Mereka sharing, 'Oh kemarin baru beli' terus 'aku belinya di sini' 'aku belinya digital' 'aku belinya fisik tapi bukan Antam' dan lain-lain. Aku juga kebanjiran DM. Banyak banget yang tanya, misalnya bagusnya merek apa, digital atau fisik lebih baik mana, dan sebagainya. Dan yang aku lihat juga, ini obrolan sesama financial influencer, yang menarik itu—biasanya kalau harga investasi naik, orang jual. Tapi di emas, justru banyak yang fomo, banyak yang beli. Mereka berpikir saat ini, emas naik, 5–10 tahun lagi akan naik lagi. Takut enggak kebagian euforia,” ucap Safidewii.
Safidewii mengakui mendapat banyak respon di akun media sosialnya. Mereka bahkan saling berdiskusi.
“Kalau respons audiens itu macam-macam. Ada yang pengen tambah belajar, tapi ada juga yang bikin diskusi di kolom komentar. Mereka sharing, 'Oh kemarin baru beli' terus 'aku belinya di sini' 'aku belinya digital' 'aku belinya fisik tapi bukan Antam' dan lain-lain. Aku juga kebanjiran DM. Banyak banget yang tanya, misalnya bagusnya merek apa, digital atau fisik lebih baik mana, dan sebagainya. Dan yang aku lihat juga, ini obrolan sesama financial influencer, yang menarik itu—biasanya kalau harga investasi naik, orang jual. Tapi di emas, justru banyak yang fomo, banyak yang beli. Mereka berpikir saat ini, emas naik, 5–10 tahun lagi akan naik lagi. Takut enggak kebagian euforia,” ucap Safidewii.
Safidewii mengakui mendapat banyak respon di akun media sosialnya. Mereka bahkan saling berdiskusi.
“Kalau respons audiens itu macam-macam. Ada yang pengen tambah belajar, tapi ada juga yang bikin diskusi di kolom komentar. Mereka sharing, 'Oh kemarin baru beli' terus 'aku belinya di sini' 'aku belinya digital' 'aku belinya fisik tapi bukan Antam' dan lain-lain. Aku juga kebanjiran DM. Banyak banget yang tanya, misalnya bagusnya merek apa, digital atau fisik lebih baik mana, dan sebagainya. Dan yang aku lihat juga, ini obrolan sesama financial influencer, yang menarik itu—biasanya kalau harga investasi naik, orang jual. Tapi di emas, justru banyak yang fomo, banyak yang beli. Mereka berpikir saat ini, emas naik, 5–10 tahun lagi akan naik lagi. Takut enggak kebagian euforia,” ucap Safidewii.
Menurutnya anak muda harus paham mengelola uang masuk dan keluar. Maka, edukasi finansial juga menjadi hal yang dibutuhkan agar melek keuangan.
“Edukasi finansial itu skill yang dibutuhkan, selain mengelola cash flow. Ini penting karena jadi survival skill. Anak muda harus paham cara mengatur uang—uang masuk, uang keluar, dan sisa. Aku berharap generasi muda lebih melek keuangan karena ini bisa memutus financial anxiety atau kecemasan keuangan. Juga bisa terhindar dari FOMO, YOLO, POPO. Starting point-nya harus tahu dulu sumber income, uang masuk berapa, uang keluar berapa, lalu dievaluasi—ada sisa, minus, atau BEP (break even point).Nah, dari sisa itu baru bisa mulai investasi,” ucapnya.
Menurutnya anak muda harus paham mengelola uang masuk dan keluar. Maka, edukasi finansial juga menjadi hal yang dibutuhkan agar melek keuangan.
“Edukasi finansial itu skill yang dibutuhkan, selain mengelola cash flow. Ini penting karena jadi survival skill. Anak muda harus paham cara mengatur uang—uang masuk, uang keluar, dan sisa. Aku berharap generasi muda lebih melek keuangan karena ini bisa memutus financial anxiety atau kecemasan keuangan. Juga bisa terhindar dari FOMO, YOLO, POPO. Starting point-nya harus tahu dulu sumber income, uang masuk berapa, uang keluar berapa, lalu dievaluasi—ada sisa, minus, atau BEP (break even point).Nah, dari sisa itu baru bisa mulai investasi,” ucapnya.
Menurutnya anak muda harus paham mengelola uang masuk dan keluar. Maka, edukasi finansial juga menjadi hal yang dibutuhkan agar melek keuangan.
“Edukasi finansial itu skill yang dibutuhkan, selain mengelola cash flow. Ini penting karena jadi survival skill. Anak muda harus paham cara mengatur uang—uang masuk, uang keluar, dan sisa. Aku berharap generasi muda lebih melek keuangan karena ini bisa memutus financial anxiety atau kecemasan keuangan. Juga bisa terhindar dari FOMO, YOLO, POPO. Starting point-nya harus tahu dulu sumber income, uang masuk berapa, uang keluar berapa, lalu dievaluasi—ada sisa, minus, atau BEP (break even point).Nah, dari sisa itu baru bisa mulai investasi,” ucapnya.
Selain itu yang terpenting, anak muda harus punya income tetap dulu, dan harus bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dan sebelum ikut influencer, harus belajar sendiri juga. Karena edukasi keuangan itu by our opinion.
“Sekarang semua orang pengin jadi edukator. Tapi salah satu indikatornya adalah melihat kredibilitas—latar belakang pendidikan atau sertifikasi. Jangan hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Dan harus cross check juga. Karena tiap orang punya goals berbeda. Misalnya goals jangka pendek tapi disarankan saham, kan enggak cocok,” ucapnya.
Selain itu yang terpenting, anak muda harus punya income tetap dulu, dan harus bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dan sebelum ikut influencer, harus belajar sendiri juga. Karena edukasi keuangan itu by our opinion.
“Sekarang semua orang pengin jadi edukator. Tapi salah satu indikatornya adalah melihat kredibilitas—latar belakang pendidikan atau sertifikasi. Jangan hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Dan harus cross check juga. Karena tiap orang punya goals berbeda. Misalnya goals jangka pendek tapi disarankan saham, kan enggak cocok,” ucapnya.
Selain itu yang terpenting, anak muda harus punya income tetap dulu, dan harus bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dan sebelum ikut influencer, harus belajar sendiri juga. Karena edukasi keuangan itu by our opinion.
“Sekarang semua orang pengin jadi edukator. Tapi salah satu indikatornya adalah melihat kredibilitas—latar belakang pendidikan atau sertifikasi. Jangan hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Dan harus cross check juga. Karena tiap orang punya goals berbeda. Misalnya goals jangka pendek tapi disarankan saham, kan enggak cocok,” ucapnya.
Di balik tren menabung emas ini, tak dipungkiri masih banyak yang belum paham, atau sekadar ikut-ikutan tren.
“FOMO ini jadi salah satu faktor terbesar. Tapi ada juga yang rasional, yang memang punya habit nabung emas rutin. Yang rutin itu enggak peduli harga naik turun. Tapi yang FOMO biasanya baru tiba-tiba ikut beli karena tren. Mereka enggak mikirin spread, tujuan, atau strategi,” katanya.
Di balik tren menabung emas ini, tak dipungkiri masih banyak yang belum paham, atau sekadar ikut-ikutan tren.
“FOMO ini jadi salah satu faktor terbesar. Tapi ada juga yang rasional, yang memang punya habit nabung emas rutin. Yang rutin itu enggak peduli harga naik turun. Tapi yang FOMO biasanya baru tiba-tiba ikut beli karena tren. Mereka enggak mikirin spread, tujuan, atau strategi,” katanya.
Di balik tren menabung emas ini, tak dipungkiri masih banyak yang belum paham, atau sekadar ikut-ikutan tren.
“FOMO ini jadi salah satu faktor terbesar. Tapi ada juga yang rasional, yang memang punya habit nabung emas rutin. Yang rutin itu enggak peduli harga naik turun. Tapi yang FOMO biasanya baru tiba-tiba ikut beli karena tren. Mereka enggak mikirin spread, tujuan, atau strategi,” katanya.

Butik Antam di Pulogadung (IDN Times/Doni Hermawan)
Butik Antam di Pulogadung (IDN Times/Doni Hermawan)
Safidewii berpesan, setiap orang harus paham tujuannya berinvestasi, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih baik.
“Untuk jangka pendek atau menengah, jangan pilih emas. Kemudian harus pakai uang dingin. Uang yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat. Jadi harus tahu goals dulu, baru menentukan strategi—nabung rutin atau beli bertahap,” katanya.
Safidewii berpesan, setiap orang harus paham tujuannya berinvestasi, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih baik.
“Untuk jangka pendek atau menengah, jangan pilih emas. Kemudian harus pakai uang dingin. Uang yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat. Jadi harus tahu goals dulu, baru menentukan strategi—nabung rutin atau beli bertahap,” katanya.
Safidewii berpesan, setiap orang harus paham tujuannya berinvestasi, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih baik.
“Untuk jangka pendek atau menengah, jangan pilih emas. Kemudian harus pakai uang dingin. Uang yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat. Jadi harus tahu goals dulu, baru menentukan strategi—nabung rutin atau beli bertahap,” katanya.
Ada beragam platfom, amankah menabung emas digital?
Ada beragam platfom, amankah menabung emas digital?
Ada beragam platfom, amankah menabung emas digital?
Dikutip dari website Bappebti, Perdagangan emas digital di Indonesia pertama kali diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Ketentuan lebih lanjut diatur berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka, kemudian Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tersebut.
Saat ini terdapat 6 anggota pedagang fisik emas digital yaitu PT. Indogold Makmur Sejahtera (indogold.id), PT. Indonesia Logam Pratama (treasury.id), PT. Laku Emas Indonesia (lakuemas.com), PT. Pluang Emas Sejahtera (pluang.com), PT Quantum Metal Indonesia (quantummetal.id), PT Sehati Indonesia Sejahtera (sakumas.com).
Dikutip dari website Bappebti, Perdagangan emas digital di Indonesia pertama kali diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Ketentuan lebih lanjut diatur berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka, kemudian Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tersebut.
Saat ini terdapat 6 anggota pedagang fisik emas digital yaitu PT. Indogold Makmur Sejahtera (indogold.id), PT. Indonesia Logam Pratama (treasury.id), PT. Laku Emas Indonesia (lakuemas.com), PT. Pluang Emas Sejahtera (pluang.com), PT Quantum Metal Indonesia (quantummetal.id), PT Sehati Indonesia Sejahtera (sakumas.com).
Dikutip dari website Bappebti, Perdagangan emas digital di Indonesia pertama kali diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Ketentuan lebih lanjut diatur berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka, kemudian Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tersebut.
Saat ini terdapat 6 anggota pedagang fisik emas digital yaitu PT. Indogold Makmur Sejahtera (indogold.id), PT. Indonesia Logam Pratama (treasury.id), PT. Laku Emas Indonesia (lakuemas.com), PT. Pluang Emas Sejahtera (pluang.com), PT Quantum Metal Indonesia (quantummetal.id), PT Sehati Indonesia Sejahtera (sakumas.com).
"Kami selaku badan pengawas memastikan bahwa perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman. Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat,” kata Kepala Bappebti Tirta Karma Sanjaya.
"Kami selaku badan pengawas memastikan bahwa perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman. Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat,” kata Kepala Bappebti Tirta Karma Sanjaya.
Didukung 2 bursa berjangka, yakni PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI); 2 lembaga kliring yaitu PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI Persero) dan PT Indonesia Clearing House (PT ICH); 2 pengelola tempat penyimpanan yaitu PT ICDX Logistik Berikat dan PT Kinesis Monetary Indonesia; serta 1 perantara Perdagangan Emas Digital PT ABI Komoditi Berjangka.
Bappebti juga mengatur beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi, yaitu pedagang Fisik Emas Digital wajib memiliki tata cara perdagangan (trading rules) yang telah dikaji oleh Bursa Berjangka untuk disetujui oleh Kepala Bappebti , penerapan program APU-PPT oleh Bursa Berjangka dan Pedagang Fisik Emas Digital dan Dana dari Peserta Transaksi Emas Digital wajib disimpan pada rekening terpisah di Lembaga Kliring, serta mas digital milik peserta emas digital dapat dilakukan pengambilan dan/atau pencetakan
Didukung 2 bursa berjangka, yakni PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI); 2 lembaga kliring yaitu PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI Persero) dan PT Indonesia Clearing House (PT ICH); 2 pengelola tempat penyimpanan yaitu PT ICDX Logistik Berikat dan PT Kinesis Monetary Indonesia; serta 1 perantara Perdagangan Emas Digital PT ABI Komoditi Berjangka.
Bappebti juga mengatur beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi, yaitu pedagang Fisik Emas Digital wajib memiliki tata cara perdagangan (trading rules) yang telah dikaji oleh Bursa Berjangka untuk disetujui oleh Kepala Bappebti , penerapan program APU-PPT oleh Bursa Berjangka dan Pedagang Fisik Emas Digital dan Dana dari Peserta Transaksi Emas Digital wajib disimpan pada rekening terpisah di Lembaga Kliring, serta mas digital milik peserta emas digital dapat dilakukan pengambilan dan/atau pencetakan
Didukung 2 bursa berjangka, yakni PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI); 2 lembaga kliring yaitu PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI Persero) dan PT Indonesia Clearing House (PT ICH); 2 pengelola tempat penyimpanan yaitu PT ICDX Logistik Berikat dan PT Kinesis Monetary Indonesia; serta 1 perantara Perdagangan Emas Digital PT ABI Komoditi Berjangka.
Bappebti juga mengatur beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi, yaitu pedagang Fisik Emas Digital wajib memiliki tata cara perdagangan (trading rules) yang telah dikaji oleh Bursa Berjangka untuk disetujui oleh Kepala Bappebti , penerapan program APU-PPT oleh Bursa Berjangka dan Pedagang Fisik Emas Digital dan Dana dari Peserta Transaksi Emas Digital wajib disimpan pada rekening terpisah di Lembaga Kliring, serta mas digital milik peserta emas digital dapat dilakukan pengambilan dan/atau pencetakan


IDN Times/Mardya Shakti
IDN Times/Mardya Shakti
Saat ini banyak pilihan platform untuk menabung emas baik fisik maupun digital. Sebagian besar platform ini menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, transparansi harga, dan penyimpanan emas digital yang aman, serta memungkinkan pencetakan emas fisik jika saldo sudah mencukupi.
Beberapa pilihan antara lain:
Pegadaian Digital: Menawarkan layanan tabungan emas digital dengan minimal setoran Rp50.000 dan memungkinkan pembelian logam mulia mulai dari 0,01 gram. Platform ini terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Shopee Tabungan Emas: Memungkinkan investasi emas digital dengan modal mulai dari Rp5.000.
Indogold: Platform ini terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, dengan investasi emas digital yang bisa dimulai dari Rp10.000.
Bareksa: Berafiliasi dengan Indogold dan Pegadaian, Bareksa memungkinkan investasi emas digital dengan setoran awal Rp50.000.
Lakuemas: Menawarkan user interface yang mudah digunakan untuk investasi emas, dengan proses yang cepat dan harga yang terjangkau.
Treasury: Merupakan aplikasi emas digital pertama di Indonesia yang memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Investasi bisa dimulai dari Rp5.000.
Pluang: Menawarkan investasi emas online mulai dari Rp10.000, dengan emas yang bersertifikasi MUI dan fitur brankas digital untuk keamanan.
Pintu: Platform ini menawarkan investasi emas melalui token berbasis emas seperti PAXG dan XAUT, yang memungkinkan transaksi 24/7.
Dana eMAS: Juga terdaftar sebagai salah satu platform investasi emas digital.
ANTAM Logam Mulia: Melalui aplikasi ANTAM Logam Mulia dan layanan BRANKAS, investasi emas digital dapat dilakukan kapan saja, bahkan di akhir pekan.
Bank Syariah Indonesia (BSI): Melalui platform digital BYOND by BSI, BSI menawarkan investasi emas mulai dari 0,02 gram dengan nilai kurang dari Rp50.000.
Saat ini banyak pilihan platform untuk menabung emas baik fisik maupun digital. Sebagian besar platform ini menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, transparansi harga, dan penyimpanan emas digital yang aman, serta memungkinkan pencetakan emas fisik jika saldo sudah mencukupi.
Beberapa pilihan antara lain:
Pegadaian Digital: Menawarkan layanan tabungan emas digital dengan minimal setoran Rp50.000 dan memungkinkan pembelian logam mulia mulai dari 0,01 gram. Platform ini terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Shopee Tabungan Emas: Memungkinkan investasi emas digital dengan modal mulai dari Rp5.000.
Indogold: Platform ini terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, dengan investasi emas digital yang bisa dimulai dari Rp10.000.
Bareksa: Berafiliasi dengan Indogold dan Pegadaian, Bareksa memungkinkan investasi emas digital dengan setoran awal Rp50.000.
Lakuemas: Menawarkan user interface yang mudah digunakan untuk investasi emas, dengan proses yang cepat dan harga yang terjangkau.
Treasury: Merupakan aplikasi emas digital pertama di Indonesia yang memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Investasi bisa dimulai dari Rp5.000.
Pluang: Menawarkan investasi emas online mulai dari Rp10.000, dengan emas yang bersertifikasi MUI dan fitur brankas digital untuk keamanan.
Pintu: Platform ini menawarkan investasi emas melalui token berbasis emas seperti PAXG dan XAUT, yang memungkinkan transaksi 24/7.
Dana eMAS: Juga terdaftar sebagai salah satu platform investasi emas digital.
ANTAM Logam Mulia: Melalui aplikasi ANTAM Logam Mulia dan layanan BRANKAS, investasi emas digital dapat dilakukan kapan saja, bahkan di akhir pekan.
Bank Syariah Indonesia (BSI): Melalui platform digital BYOND by BSI, BSI menawarkan investasi emas mulai dari 0,02 gram dengan nilai kurang dari Rp50.000.
Saat ini banyak pilihan platform untuk menabung emas baik fisik maupun digital. Sebagian besar platform ini menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, transparansi harga, dan penyimpanan emas digital yang aman, serta memungkinkan pencetakan emas fisik jika saldo sudah mencukupi.
Beberapa pilihan antara lain:
Pegadaian Digital: Menawarkan layanan tabungan emas digital dengan minimal setoran Rp50.000 dan memungkinkan pembelian logam mulia mulai dari 0,01 gram. Platform ini terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Shopee Tabungan Emas: Memungkinkan investasi emas digital dengan modal mulai dari Rp5.000.
Indogold: Platform ini terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, dengan investasi emas digital yang bisa dimulai dari Rp10.000.
Bareksa: Berafiliasi dengan Indogold dan Pegadaian, Bareksa memungkinkan investasi emas digital dengan setoran awal Rp50.000.
Lakuemas: Menawarkan user interface yang mudah digunakan untuk investasi emas, dengan proses yang cepat dan harga yang terjangkau.
Treasury: Merupakan aplikasi emas digital pertama di Indonesia yang memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Investasi bisa dimulai dari Rp5.000.
Pluang: Menawarkan investasi emas online mulai dari Rp10.000, dengan emas yang bersertifikasi MUI dan fitur brankas digital untuk keamanan.
Pintu: Platform ini menawarkan investasi emas melalui token berbasis emas seperti PAXG dan XAUT, yang memungkinkan transaksi 24/7.
Dana eMAS: Juga terdaftar sebagai salah satu platform investasi emas digital.
ANTAM Logam Mulia: Melalui aplikasi ANTAM Logam Mulia dan layanan BRANKAS, investasi emas digital dapat dilakukan kapan saja, bahkan di akhir pekan.
Bank Syariah Indonesia (BSI): Melalui platform digital BYOND by BSI, BSI menawarkan investasi emas mulai dari 0,02 gram dengan nilai kurang dari Rp50.000.

IDN Times/Mardya Shakti
IDN Times/Mardya Shakti
Dari beragamnya pilihan platform untuk menabung emas, penting untuk selalu memastikan platform yang dipilih terdaftar dan diawasi oleh otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan atau Bappebti danIndonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).
Bappebti secara tegas memastikan bahwa dalam setiap transaksi emas digital, harus ada wujud fisik emas yang mendasarinya. Hal ini tertuang dalam Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 4 Tahun 2019 yang telah diubah dengan Perba Nomor 13 Tahun 2019. Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian dan keamanan bagi investor, sehingga investasi mereka tidak hanya sekadar catatan digital. Rasio 1:1 diberlakukan, yang berarti setiap kepemilikan emas digital harus didukung oleh jumlah emas fisik yang sama di lembaga penyimpan.
Dari beragamnya pilihan platform untuk menabung emas, penting untuk selalu memastikan platform yang dipilih terdaftar dan diawasi oleh otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan atau Bappebti danIndonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).
Bappebti secara tegas memastikan bahwa dalam setiap transaksi emas digital, harus ada wujud fisik emas yang mendasarinya. Hal ini tertuang dalam Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 4 Tahun 2019 yang telah diubah dengan Perba Nomor 13 Tahun 2019. Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian dan keamanan bagi investor, sehingga investasi mereka tidak hanya sekadar catatan digital. Rasio 1:1 diberlakukan, yang berarti setiap kepemilikan emas digital harus didukung oleh jumlah emas fisik yang sama di lembaga penyimpan.
Dari beragamnya pilihan platform untuk menabung emas, penting untuk selalu memastikan platform yang dipilih terdaftar dan diawasi oleh otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan atau Bappebti danIndonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).
Bappebti secara tegas memastikan bahwa dalam setiap transaksi emas digital, harus ada wujud fisik emas yang mendasarinya. Hal ini tertuang dalam Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 4 Tahun 2019 yang telah diubah dengan Perba Nomor 13 Tahun 2019. Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian dan keamanan bagi investor, sehingga investasi mereka tidak hanya sekadar catatan digital. Rasio 1:1 diberlakukan, yang berarti setiap kepemilikan emas digital harus didukung oleh jumlah emas fisik yang sama di lembaga penyimpan.
Saat ini yang jadi pertanyaan amankah investasi emas digital di Indonesia? Apalagi belakangan ramai diperbincangkan soal platform Jie Wo Rui yang melayani investasi berbasis emas. di Tiongkok telah menarik investasi ritel secara signifikan selama reli harga emas sebelumnya. Akibatnya mereka tak mampu memenuhi permintaan penarikan dana investor karena kondisi pasar memburuk.
Bappebti bersama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dalam keterangan resminya Februari 2026 menyatakan perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman.
“Kami selaku badan pengawas memastikan bahwa perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman. Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat,” kata Kepala Bappebti Tirta Karma Sanjaya dalam keterangan resminya, Februari 2026.
Saat ini yang jadi pertanyaan amankah investasi emas digital di Indonesia? Apalagi belakangan ramai diperbincangkan soal platform Jie Wo Rui yang melayani investasi berbasis emas. di Tiongkok telah menarik investasi ritel secara signifikan selama reli harga emas sebelumnya. Akibatnya mereka tak mampu memenuhi permintaan penarikan dana investor karena kondisi pasar memburuk.
Bappebti bersama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dalam keterangan resminya Februari 2026 menyatakan perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman.
“Kami selaku badan pengawas memastikan bahwa perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman. Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat,” kata Kepala Bappebti Tirta Karma Sanjaya dalam keterangan resminya, Februari 2026.
Saat ini yang jadi pertanyaan amankah investasi emas digital di Indonesia? Apalagi belakangan ramai diperbincangkan soal platform Jie Wo Rui yang melayani investasi berbasis emas. di Tiongkok telah menarik investasi ritel secara signifikan selama reli harga emas sebelumnya. Akibatnya mereka tak mampu memenuhi permintaan penarikan dana investor karena kondisi pasar memburuk.
Bappebti bersama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dalam keterangan resminya Februari 2026 menyatakan perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman.
“Kami selaku badan pengawas memastikan bahwa perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman. Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat,” kata Kepala Bappebti Tirta Karma Sanjaya dalam keterangan resminya, Februari 2026.
Menurut Tirta, dalam mekanisme perdagangannya, pedagang fisik emas digital harus terlebih dahulu menyimpan emas fisik yang akan diperdagangkan di lembaga terpisah yang disebut dengan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository). Emas fisik yang disimpan di Depository setara atau 1:1 dengan jumlah emas digital yang ditransaksikan. Emas yang disimpan sebagaimana dimaksud maksimal sebesar 20 persen, dapat berupa uang atau setara kas yang ditempatkan pada Lembaga Kliring. Hal itu untuk memastikan keberadaan emas fisik bagi nasabah perdagangan emas digital yang akan mengambil atau mencetaknya.
Namun masyarakat tetap harus berhati-hati apabila mendapat informasi penawaran investasi emas digital. Saat ini ada berbagai platform untuk mengecek platform yang terpercaya.
“Untuk memastikan kebenaran penawaran tersebut, masyarakat dapat mengecek ke Bappebti, Bursa maupun Lembaga Kliring. Bappebti sendiri memiliki situs resmi di www.bappebti.go.id yang memuat daftar pedagang fisik emas digital yang telah berizin serta tautan di https://ceklegalitas.bappebti.go.id untuk cek legalitas perusahaan secara langsung,” ungkap Tirta.
Menurut Tirta, dalam mekanisme perdagangannya, pedagang fisik emas digital harus terlebih dahulu menyimpan emas fisik yang akan diperdagangkan di lembaga terpisah yang disebut dengan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository). Emas fisik yang disimpan di Depository setara atau 1:1 dengan jumlah emas digital yang ditransaksikan. Emas yang disimpan sebagaimana dimaksud maksimal sebesar 20 persen, dapat berupa uang atau setara kas yang ditempatkan pada Lembaga Kliring. Hal itu untuk memastikan keberadaan emas fisik bagi nasabah perdagangan emas digital yang akan mengambil atau mencetaknya.
Namun masyarakat tetap harus berhati-hati apabila mendapat informasi penawaran investasi emas digital. Saat ini ada berbagai platform untuk mengecek platform yang terpercaya.
“Untuk memastikan kebenaran penawaran tersebut, masyarakat dapat mengecek ke Bappebti, Bursa maupun Lembaga Kliring. Bappebti sendiri memiliki situs resmi di www.bappebti.go.id yang memuat daftar pedagang fisik emas digital yang telah berizin serta tautan di https://ceklegalitas.bappebti.go.id untuk cek legalitas perusahaan secara langsung,” ungkap Tirta.
Menurut Tirta, dalam mekanisme perdagangannya, pedagang fisik emas digital harus terlebih dahulu menyimpan emas fisik yang akan diperdagangkan di lembaga terpisah yang disebut dengan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository). Emas fisik yang disimpan di Depository setara atau 1:1 dengan jumlah emas digital yang ditransaksikan. Emas yang disimpan sebagaimana dimaksud maksimal sebesar 20 persen, dapat berupa uang atau setara kas yang ditempatkan pada Lembaga Kliring. Hal itu untuk memastikan keberadaan emas fisik bagi nasabah perdagangan emas digital yang akan mengambil atau mencetaknya.
Namun masyarakat tetap harus berhati-hati apabila mendapat informasi penawaran investasi emas digital. Saat ini ada berbagai platform untuk mengecek platform yang terpercaya.
“Untuk memastikan kebenaran penawaran tersebut, masyarakat dapat mengecek ke Bappebti, Bursa maupun Lembaga Kliring. Bappebti sendiri memiliki situs resmi di www.bappebti.go.id yang memuat daftar pedagang fisik emas digital yang telah berizin serta tautan di https://ceklegalitas.bappebti.go.id untuk cek legalitas perusahaan secara langsung,” ungkap Tirta.
Sementara Direktur ICDX Nursalam mengatakan, saat ini pihaknya menyediakan platform perdagangan emas secara digital dengan teknologi modern, yang mencatat setiap transaksi emas yang dilakukan dan dilaporkan oleh pedagang emas anggota ICDX. Setiap transaksi yang dilakukan pedagang emas digital ada fisiknya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keberadaan emasnya. Keberadaan emas dalam pasar fisik emas secara digital ini pada prinsipnya sama dengan membeli emas secara fisik di toko emas, bahwa emas fisiknya ada. Hanya saja dalam mekanisme ini, cara pembeliannya secara digital, dan emasnya disimpan di Lembaga Depository,” ujarnya.
Sementara Direktur ICDX Nursalam mengatakan, saat ini pihaknya menyediakan platform perdagangan emas secara digital dengan teknologi modern, yang mencatat setiap transaksi emas yang dilakukan dan dilaporkan oleh pedagang emas anggota ICDX. Setiap transaksi yang dilakukan pedagang emas digital ada fisiknya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keberadaan emasnya. Keberadaan emas dalam pasar fisik emas secara digital ini pada prinsipnya sama dengan membeli emas secara fisik di toko emas, bahwa emas fisiknya ada. Hanya saja dalam mekanisme ini, cara pembeliannya secara digital, dan emasnya disimpan di Lembaga Depository,” ujarnya.
Sementara Direktur ICDX Nursalam mengatakan, saat ini pihaknya menyediakan platform perdagangan emas secara digital dengan teknologi modern, yang mencatat setiap transaksi emas yang dilakukan dan dilaporkan oleh pedagang emas anggota ICDX. Setiap transaksi yang dilakukan pedagang emas digital ada fisiknya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keberadaan emasnya. Keberadaan emas dalam pasar fisik emas secara digital ini pada prinsipnya sama dengan membeli emas secara fisik di toko emas, bahwa emas fisiknya ada. Hanya saja dalam mekanisme ini, cara pembeliannya secara digital, dan emasnya disimpan di Lembaga Depository,” ujarnya.
Mekanisme transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital adalah setiap transaksi yang terjadi di platform pedagang akan didaftarkan ke bursa dan lembaga kliring. Hal ini untuk mengawasi ketersediaan emas yang disimpan pada tempat penyimpanan emas, juga memastikan setiap pembayaran pembelian emas oleh pelanggan, diikuti dengan perpindahan saldo emas digital.
“Masyarakat yang membeli emas secara digital memang tidak langsung mendapatkan emasnya secara fisik, namun dapat mengajukan permintaan penarikan emas fisik kepada masing-masing pedagang,” ucap dia.
Mekanisme transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital adalah setiap transaksi yang terjadi di platform pedagang akan didaftarkan ke bursa dan lembaga kliring. Hal ini untuk mengawasi ketersediaan emas yang disimpan pada tempat penyimpanan emas, juga memastikan setiap pembayaran pembelian emas oleh pelanggan, diikuti dengan perpindahan saldo emas digital.
“Masyarakat yang membeli emas secara digital memang tidak langsung mendapatkan emasnya secara fisik, namun dapat mengajukan permintaan penarikan emas fisik kepada masing-masing pedagang,” ucap dia.
Mekanisme transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital adalah setiap transaksi yang terjadi di platform pedagang akan didaftarkan ke bursa dan lembaga kliring. Hal ini untuk mengawasi ketersediaan emas yang disimpan pada tempat penyimpanan emas, juga memastikan setiap pembayaran pembelian emas oleh pelanggan, diikuti dengan perpindahan saldo emas digital.
“Masyarakat yang membeli emas secara digital memang tidak langsung mendapatkan emasnya secara fisik, namun dapat mengajukan permintaan penarikan emas fisik kepada masing-masing pedagang,” ucap dia.
Untuk pengawasan dan regulasi, Bappebti terus menyempurnakan regulasi terkait perdagangan emas fisik secara digital untuk meningkatkan perlindungan masyarakat. Saat ini ada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital, yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat.
OJK juga melakukan pengawasan terhadap layanan emas yang disediakan oleh perbankan, memastikan operasionalnya sesuai regulasi dan aman bagi nasabah.
Untuk inovasi produk OJK berencana meluncurkan instrumen investasi baru berupa Exchange Traded Fund (ETF) emas pada 27 April 2026 untuk memperluas basis investor ritel.
Untuk pengawasan dan regulasi, Bappebti terus menyempurnakan regulasi terkait perdagangan emas fisik secara digital untuk meningkatkan perlindungan masyarakat. Saat ini ada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital, yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat.
OJK juga melakukan pengawasan terhadap layanan emas yang disediakan oleh perbankan, memastikan operasionalnya sesuai regulasi dan aman bagi nasabah.
Untuk inovasi produk OJK berencana meluncurkan instrumen investasi baru berupa Exchange Traded Fund (ETF) emas pada 27 April 2026 untuk memperluas basis investor ritel.
Untuk pengawasan dan regulasi, Bappebti terus menyempurnakan regulasi terkait perdagangan emas fisik secara digital untuk meningkatkan perlindungan masyarakat. Saat ini ada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital, yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat.
OJK juga melakukan pengawasan terhadap layanan emas yang disediakan oleh perbankan, memastikan operasionalnya sesuai regulasi dan aman bagi nasabah.
Untuk inovasi produk OJK berencana meluncurkan instrumen investasi baru berupa Exchange Traded Fund (ETF) emas pada 27 April 2026 untuk memperluas basis investor ritel.
Yuk, lihat artikel lainnya yaaaa!
Yuk, lihat artikel lainnya yaaaa!
Disusun oleh
Tim Editor
Doni Hermawan- Project Lead / Editor
Yogie Fadila - Editor
Indah Permata Sari - Reporter
Feny Maulia Agustin - Reporter
Fariz Fardianto- Reporter
Ashrawi Muin - Reporter
Debbie Sutrisno - Reporter
Grafis
Mardya Shakti
Tim Product
Andzarrahim - Sr Product Manager
Rafiio Ardhika - Product Designer
Hanafi Halim - Web Specialist
Kembali ke IDNTimes.com
Disusun oleh
Tim Editor
Doni Hermawan- Project Lead / Editor
Yogie Fadila - Editor
Indah Permata Sari - Reporter
Feny Maulia Agustin - Reporter
Fariz Fardianto- Reporter
Ashrawi Muin - Reporter
Debbie Sutrisno - Reporter
Grafis
Mardya Shakti
Tim Product
Andzarrahim - Sr Product Manager
Rafiio Ardhika - Product Designer
Hanafi Halim - Web Specialist
Kembali ke IDNTimes.com
Disusun oleh
Tim Editor
Doni Hermawan- Project Lead / Editor
Yogie Fadila - Editor
Indah Permata Sari - Reporter
Feny Maulia Agustin - Reporter
Fariz Fardianto- Reporter
Ashrawi Muin - Reporter
Debbie Sutrisno - Reporter
Grafis
Mardya Shakti
Tim Product
Andzarrahim - Sr Product Manager
Rafiio Ardhika - Product Designer
Hanafi Halim - Web Specialist
Kembali ke IDNTimes.com
© 2026 IDN. All Rights Reserved.
© 2026 IDN. All Rights Reserved.
© 2026 IDN. All Rights Reserved.











